Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Indonesia Tambah Industri Herbal Modern, Phytochemindo Kantongi Sertifikasi BPOM Tertinggi

Peresmian dilakukan oleh Direktur Utama PT Phytochemindo Reksa Patrick Kalona bersama Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM RI Mohamad Kashuri, serta perwakilan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perindustrian.(Rr).
banner 120x600

Bogor|| Radarpost.id

PT Phytochemindo Reksa resmi meresmikan Pabrik Klapanunggal di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/5/2026). Peresmian fasilitas produksi ekstrak bahan alam ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemandirian bahan baku obat nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor industri farmasi dan herbal Indonesia.

Pabrik baru yang berdiri di atas lahan seluas 23.235 meter persegi itu digadang-gadang menjadi fasilitas produksi terbesar dalam sejarah perusahaan. Kawasan tersebut mencakup gedung produksi, laboratorium riset, hingga gudang terintegrasi yang diproyeksikan menjadi fondasi operasional perusahaan untuk 20 tahun ke depan.

(foto:rr)

Peresmian dilakukan oleh Direktur Utama PT Phytochemindo Reksa Patrick Kalona bersama Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM RI Mohamad Kashuri, serta perwakilan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perindustrian.

Patrick Kalona mengatakan pembangunan pabrik tersebut bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan bagian dari visi besar perusahaan untuk memperkuat industri ekstrak bahan alam nasional berbasis riset dan inovasi.

“Kami percaya herbal Indonesia memiliki potensi besar menjadi solusi kesehatan global, selama dikembangkan dengan pendekatan ilmiah yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Patrick dalam sambutannya.

Menurut dia, Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas tanaman obat yang sangat besar. Namun tanpa dukungan riset, standardisasi, dan industrialisasi, potensi tersebut belum memberikan nilai tambah optimal bagi industri kesehatan nasional.

“Herbal bukan sekadar tradisi, tetapi bagian dari sains modern yang memiliki daya saing tinggi di pasar internasional,” katanya.

Kantongi Sertifikasi Tertinggi BPOM

Pabrik Klapanunggal telah mengantongi sertifikasi Cara Pembuatan Obat Bahan Alam yang Baik (CPOBAB) tertinggi dari Badan POM. Sertifikasi tersebut menjadi indikator penting dalam menjamin mutu, keamanan, dan konsistensi produk ekstrak bahan alam berbasis sains.

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM RI Mohamad Kashuri menyebut kehadiran fasilitas baru itu sebagai langkah penting dalam memperkuat ketahanan sektor kesehatan nasional.

“Penambahan industri ekstrak bahan alam seperti ini sangat penting untuk mendukung kemandirian bahan baku nasional. Indonesia memiliki sumber daya alam yang besar, sehingga harus dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, BPOM akan terus mendukung penguatan industri berbasis riset agar mampu bersaing di tingkat global sekaligus memastikan seluruh produk memenuhi standar keamanan, mutu, dan khasiat.

Ekspor ke 16 Negara

Phytochemindo Reksa dikenal sebagai produsen ekstrak bahan alam seperti kunyit dan temulawak yang telah diekspor sejak 1992. Hingga kini, produk perusahaan telah menembus lebih dari 16 negara.

Saat ini perusahaan memiliki lebih dari 300 produk berbasis bahan alam untuk industri farmasi, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, hingga pangan olahan.

Selain memperkuat kapasitas produksi, perusahaan juga aktif menggandeng institusi akademik dalam pengembangan riset. Beberapa kerja sama dilakukan bersama Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sanata Dharma, hingga Universitas Indonesia (UI).

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah ekstrak nano kunyit dan kapsul propolis Sulawesi berbasis riset dalam negeri.

Momentum Peluncuran Buku Biografi Pendiri

Dalam rangkaian acara peresmian, perusahaan juga meluncurkan buku biografi pendiri PT Phytochemindo Reksa, almarhum Drs. Wim Kalona, berjudul Meracik Resep Kehidupan Tegas.

Peluncuran buku tersebut sekaligus memperingati 110 tahun kelahiran sang pendiri yang dinilai memiliki visi besar membangun industri bahan alam Indonesia berbasis ilmu pengetahuan dan integritas.

Acara turut dimeriahkan pertunjukan sand art yang menggambarkan perjalanan Phytochemindo sejak fase riset hingga berkembang menjadi pemain global di industri ekstrak bahan alam.