Bogor || Radarpost.id
Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat akan jadikan kegiatan “Gowes Napak Tilas Bogor” sejauh 64 kilometer dari Pendopo Bupati di Cibinong menuju Pendopo Bupati Malasari di Kecamatan Nanggung, sebagai rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 sekaligus pewarisan semangat perjuangan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika di Cibinong, Kamis, mengatakan kegiatan tersebut menjadi simbol perjalanan sejarah sekaligus upaya mendekatkan perayaan HJB dengan masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Bogor.
“Konsep HJB tahun ini memang dibuat sederhana, natural, dan menyatu dengan masyarakat. Gowes ini menjadi simbol perjalanan dari pendopo pemerintahan saat ini menuju pendopo era perjuangan di Malasari,” kata Ajat di Cibinong.
Menurut Ajat, kegiatan tersebut tidak sekadar olahraga, tetapi juga bagian dari upaya menghidupkan kembali jejak sejarah perjuangan pemerintahan Kabupaten Bogor pada masa agresi militer Belanda.
Ajat menjelaskan, Pendopo Bupati Malasari pernah menjadi pusat pemerintahan darurat Kabupaten Bogor pada masa Bupati Raden Ipik Gandamana sekitar tahun 1948 hingga 1950.
Saat Agresi Militer Belanda II berlangsung, pemerintah daerah terpaksa berpindah-pindah lokasi untuk menghindari serangan, dan Desa Malasari menjadi pusat pemerintahan sipil Kabupaten Bogor selama sekitar lima bulan.
“Malasari punya nilai sejarah perjuangan yang sangat kuat. Dari sana pemerintahan Kabupaten Bogor tetap berjalan di tengah situasi perang mempertahankan kemerdekaan,” ujar Ajat.
Dari pendopo tersebut, Ipik Gandamana diketahui mengangkat lurah-lurah di 16 desa sejak 16 Februari 1949. Pada awal Maret 1949, Wakil Gubernur Jawa Barat Mr. Yusuf Adinata juga datang membawa instruksi pembentukan pamong praja di seluruh Kabupaten Bogor.
Ajat mengatakan, Ipik Gandamana merupakan tokoh militer sekaligus ulama yang memiliki peran besar dalam sejarah pemerintahan Jawa Barat dan Kabupaten Bogor.
Selama menjabat Bupati Bogor, Ipik Gandamana didampingi Batalyon O Tirtayasa Siliwangi di bawah komando Kapten Sholeh Iskandar untuk menjaga jalannya pemerintahan di tengah situasi perang.
Dalam perjalanan kariernya, Ipik Gandamana juga pernah menjabat Wakil Gubernur Jawa Barat merangkap Bupati Lebak, Gubernur Jawa Barat periode 1956-1959, hingga Menteri Dalam Negeri periode 1959-1964.
Ajat menambahkan, bangunan pendopo di Malasari kini telah ditetapkan sebagai rumah sejarah dan cagar budaya oleh Pemerintah Kabupaten Bogor karena menjadi saksi perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Lokasinya yang berada di kawasan perbukitan dinilai aman dari serangan pada masa agresi militer sehingga dipilih sebagai pusat pemerintahan darurat saat itu.
Jalur :
Ia menjelaskan, gowes napak tilas akan dilaksanakan pada 2 Juni 2026 dengan titik start dari Pendopo Bupati Cibinong pada pukul 06.00 WIB.
Rombongan peserta akan menempuh perjalanan sejauh sekitar 64 kilometer menuju Pendopo Bupati Malasari dengan melintasi sejumlah titik persinggahan, yakni Kantor Kecamatan Leuwiliang dan Kantor Kecamatan Nanggung.
Berdasarkan rundown kegiatan, peserta dijadwalkan tiba di Kantor Kecamatan Leuwiliang pada pukul 08.12 WIB untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Nanggung.
Setelah singgah di Kecamatan Nanggung, rombongan dijadwalkan tiba di Pendopo Bupati Malasari sekitar pukul 15.32 WIB. (**).













