Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

PLN UP2B Bali Paparkan Kondisi Kelistrikan, Perkuat Pemahaman Keandalan Kelistrikan Pulau Dewata

PLN UP2B Bali Paparkan Kondisi Kelistrikan, Perkuat Pemahaman Keandalan Kelistrikan Pulau Dewata
PLN UP2B Bali Paparkan Kondisi Kelistrikan, Perkuat Pemahaman Keandalan Kelistrikan Pulau Dewata
banner 120x600

Bali || Radarpost.id 

PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) melalui PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Bali (UP2B Bali) memaparkan kondisi kelistrikan Subsistem Bali kepada warga Desa Pemaron, Kabupaten Buleleng.

Kegiatan dalam rangka audiensi ini berlangsung di Kantor Desa Pemaron. Agenda penting tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Desa (OPD) terkait.

Langkah ini diambil untuk memperkuat pemahaman publik terhadap tantangan operasional kelistrikan di Pulau Dewata. PLN UP2B Bali menjelaskan bahwa pada pola operasi normal, kapasitas pembangkit di Bali mencapai 1.249 megawatt (MW). Pasokan ini mendapat tambahan transfer daya dari Sistem Jawa sebesar 270 MW melalui Saluran Kabel Laut Tegangan Tinggi (SKLT).

Melalui integrasi dua sistem tersebut, total daya tersedia bagi masyarakat mencapai 1.519 MW. Di sisi lain, rekor realisasi beban puncak tertinggi di Bali tercatat sempat menyentuh angka 1.278 MW. Kondisi lonjakan tersebut menjadi perhatian serius manajemen PLN seiring pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata.

Assistant Manager Operasi Sistem PLN UP2B Bali, Gede Wijaya, menyatakan komitmen penuh perusahaan menjaga kontinuitas pasokan. Pertumbuhan konsumsi energi yang masif menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab besar bagi korporasi. Pihaknya mengawal pasokan listrik aman melalui penguatan sistem operasi terkini.

Gede Wijaya menambahkan bahwa pemeliharaan terjadwal pada seluruh infrastruktur pembangkitan dan transmisi akan terus dilakukan secara berkala. Saat ini, keandalan sistem kelistrikan Bali ditopang secara penuh oleh lima pembangkit utama. Seluruh infrastruktur strategis tersebut dioperasikan secara terpadu demi memenuhi kebutuhan listrik di Pulau Dewata.

Selain itu, PLN Group juga aktif mendukung program transisi energi menuju Net Zero Emission 2060. Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) ramah lingkungan dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan. Upaya ini diselaraskan dengan agenda yang sudah dicanangkan oleh pemerintah.

Pemanfaatan EBT jenis tenaga surya di Bali saat ini masih menghadapi kendala cuaca. Karakteristik produksinya sangat fluktuatif sehingga pasokan energi bersih tersebut belum bisa berjalan konstan sepanjang hari. Oleh karena itu, kehadiran pembangkit eksisting masih sangat dibutuhkan sebagai penyangga utama.

General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, menekankan pentingnya keterbukaan informasi. Edukasi langsung ke masyarakat menjadi instrumen vital dalam membangun kesamaan persepsi publik. Dukungan penuh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan guna menjaga kestabilan energi di masa depan.

“Sistem kelistrikan yang andal dan adaptif merupakan fondasi utama penggerak roda ekonomi daerah. PLN berkomitmen menghadirkan layanan listrik terbaik demi menopang kenyamanan aktivitas harian para wisatawan. Perusahaan berharap masyarakat memahami tantangan operasional dan mendukung percepatan konversi energi bersih,” tutup Munawwar.