Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login
Daerah  

Diduga Cemari Lingkungan, SPPG Join Turkhan Kedung Sekar Tetap Beroperasi Meski Dua Kali Diprotes Warga

banner 120x600

Gresik || Radarpost.id 

Aktivitas SPPG Join Turkhan yang berlokasi di Desa Kedung Sekar, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik kembali menuai sorotan warga. Meski telah dua kali mendapat protes dari masyarakat sekitar terkait dugaan limbah berbau yang mengalir ke selokan, tempat tersebut diketahui masih tetap beroperasi seperti biasa.

Keluhan warga muncul akibat dugaan kebocoran selang pembuangan limbah yang menyebabkan aliran selokan mengeluarkan bau tidak sedap dan dinilai mengganggu lingkungan sekitar permukiman warga.

Saat dikonfirmasi awak media, Kepala SPPG, Dony, mengaku tidak mengetahui adanya kebocoran selang limbah tersebut. Namun pihaknya berjanji akan segera melakukan pembersihan dan pengecekan ulang.

“Saya gak tau mas kalau ada selang bocor. Insya Allah besok kita akan bersih-bersih dan kita lakukan pengecekan ulang,” ujar Dony, Senin (25/5/2026).

Sebelumnya, persoalan dugaan limbah SPPG tersebut sempat memicu protes warga hingga dilakukan mediasi di Kantor Desa Kedung Sekar. Pertemuan itu difasilitasi langsung oleh Kepala Desa Kedung Sekar, Jono, guna meredam ketegangan antara pengelola usaha dan masyarakat sekitar.

Meski sempat dilakukan mediasi, warga mengaku gangguan limbah masih tetap terjadi. Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa aroma tidak sedap dari saluran limbah membuat masyarakat merasa terganggu.

“Kalau pihak warga merasa terganggu akibat limbah dari SPPG tersebut. Bahkan ada warga yang menutup saluran irigasi supaya limbah tidak mengalir ke tempat lain,” ujarnya.

Warga juga meminta pengelola segera melakukan perbaikan serius agar persoalan serupa tidak terus berulang.

“Saya berharap agar pihak SPPG dapat memperbaiki selang agar limbah tidak mengganggu warga. Kalau memang sering seperti itu, saya atas nama warga akan demo dan menutup SPPG tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Heri Bimantara turut menyoroti persoalan tersebut dan meminta pengelola usaha lebih bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan.

“Kalau memang sudah dua kali diprotes warga, seharusnya pengelola lebih serius melakukan evaluasi. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan akibat dugaan limbah yang mencemari lingkungan. Persoalan seperti ini harus segera ditangani agar tidak memicu konflik sosial di tengah masyarakat,” tegas Heri Bimantara selasa 26 mei 2026

Hingga berita ini diterbitkan, aktivitas SPPG Join Turkhan Kedung Sekar masih terpantau berjalan normal. Warga berharap ada tindakan nyata dari pengelola maupun pengawasan dari instansi terkait agar persoalan limbah tidak kembali terulang.