TANGERANG|| Radarpost.id
Musisi muda Indonesia, Bilal Indrajaya, berhasil menghadirkan kembali semangat Beatlemania di panggung myBCA International Java Jazz Festival 2026, Jumat (29/5/2026). Bersama grup pengiring The Corleones, Bilal membawakan deretan lagu legendaris milik The Beatles yang membuat ribuan penonton larut dalam nostalgia lintas generasi.
Penampilan yang berlangsung di Stage Sosro, Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, Banten, itu menjadi salah satu pertunjukan paling ramai sepanjang hari pertama Java Jazz Festival 2026.

Tidak hanya dipenuhi penonton usia dewasa yang tumbuh bersama lagu-lagu The Beatles, konser tersebut juga dipadati generasi muda yang ikut menyanyikan lagu demi lagu dari band asal Liverpool, Inggris, itu.
Sejak lagu pembuka “Twist and Shout” dan “I Want to Hold Your Hand” dimainkan, suasana area konser langsung berubah menjadi lautan singalong. Bilal tampil santai namun penuh energi, membangun komunikasi hangat dengan penonton.
“Selamat datang di Java Jazz. Saya yakin yang datang ke sini pasti suka The Beatles,” kata Bilal dari atas panggung yang langsung disambut sorakan penonton.
Fenomena itu memperlihatkan bahwa karya The Beatles masih memiliki daya hidup kuat meski telah melintasi lebih dari lima dekade. Lagu-lagu ciptaan John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Starr tetap mampu menjangkau pendengar baru di era musik digital saat ini.
Bilal bersama The Corleones membawakan sejumlah lagu ikonik seperti “With a Little Help From My Friends”, “Strawberry Fields Forever”, “Penny Lane”, hingga “The Long and Winding Road”. Aransemen yang dibawakan tetap mempertahankan nuansa klasik khas The Beatles, namun terasa segar dengan sentuhan musikalitas modern.
Di sela pertunjukan, Bilal juga berbagi cerita mengenai kekagumannya terhadap konser legendaris The Beatles di rooftop Apple Corps, London, pada 1969 yang kemudian diabadikan dalam film dokumenter “Get Back”.
Momen emosional terjadi ketika Bilal mengajak penonton memberikan tepuk tangan dan doa kepada dua personel The Beatles yang masih hidup hingga kini, Paul McCartney dan Ringo Starr.
“Kita beri tepuk tangan dan doa terbaik untuk Paul McCartney dan Ringo Starr. Semoga panjang umur dan semoga suatu hari mereka bisa datang ke Indonesia,” ujar Bilal.
Ajakan tersebut langsung disambut tepuk tangan panjang dari ribuan penonton yang memenuhi area konser.
Menurut Bilal, kekuatan lagu-lagu The Beatles terletak pada pesan universal yang tetap relevan hingga sekarang. Tema tentang cinta, persahabatan, harapan, hingga perjuangan hidup membuat karya-karya mereka terus diterima lintas zaman.
Suasana semakin hangat ketika dua personel The Corleones turut mengambil bagian membawakan lagu “Something” dan “Oh! Darling”. Lagu “Something” yang ditulis George Harrison menjadi salah satu bagian paling emosional sepanjang pertunjukan malam itu.
Puncak konser terjadi saat intro lagu “Hey Jude” mulai dimainkan. Ribuan penonton spontan berdiri dan bernyanyi bersama, menciptakan salah satu momen singalong terbesar di Java Jazz Festival 2026.
Penampilan Bilal Indrajaya dan The Corleones tidak sekadar menghadirkan nostalgia, tetapi juga menunjukkan bagaimana musik klasik dapat terus hidup melalui interpretasi generasi baru. Di tangan musisi muda Indonesia, karya-karya The Beatles kembali menemukan ruang baru untuk dinikmati oleh publik masa kini.
Keberhasilan konser tribute tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa musik lintas generasi masih memiliki tempat kuat di hati penikmat musik Indonesia. Java Jazz Festival 2026 pun kembali menjadi ruang pertemuan berbagai era musik dalam satu panggung yang sama.













