Depok || Radarpost.id
Pengurus Cabang Taekwondo Kota Depok mengirimkan atlet pada ajang Gelaran Ksatria International Nusantara PBTI Series. Atlet tersebut dilepas langsung oleh Ketua Pengcab Taekwondo Indonesia (TI) Kota Depok Zikri Dwi Darmawan, pada Kamis (2/7/2026) pagi di halaman kantor Walikota Depok.
Sebanyak 29 Atlet Taekwondo Kota Depok akan Beradu Skill di Kejuaraan Internasional Ksatria Nusantara PBTI series. Kejuaraan yang berlangsung pada 3–5 Juli 2026, di GOR Arena Bandung Jawa Barat.
“Alhamdulillah, kita mengirimkan Atlet Kota Depok mengikuti Kejuaraan PBTI series, Kejuaraan Internasional Ksatria Nusantara.
Kita mengirimkan kategori senior dan yunior,” kata Ketua Pengcab Taekwondo Indonesia (TI) Kota Depok Zikri Dwi Darmawan, Kamis (2/7/2026).
Zikri Dwi Darmawan yang akrab disapa Zikri ini mengatakan, pihaknya sudah melakukan evaluasi dan pelatihan baik Atlet tersebut tergabung dalam pemusatan latihan kota (puslatkot).
Zikri mengatakan, kejuaraan ini sebagai ajang pembinaan sekaligus pemantapan atlet taekwondo menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Barat ke XV 2026.
“Kejuaraan ini menjadi wadah untuk meningkatkan kualitas atlet sekaligus mempersiapkan mereka bersaing di level Porprov Jabar,” ujar Zikri.
Zikri, menegaskan bahwa kejuaraan olahraga tidak hanya menjadi ajang untuk meraih prestasi, tetapi juga sarana pembinaan karakter generasi muda. Melalui olahraga, atlet dapat belajar disiplin, sportivitas, kerja keras, dan mental juara.
Zikri, menyebutkan bahwa tujuan utama ajang ini adalah menumbuhkan jiwa sportif, kejujuran, dan semangat ksatria, sekaligus menjadi sarana pembinaan atlet sejak usia dini.
Sementara itu Sekretaris Pengcab Taekwondo Indonesia (TI) Kota Depok Rizki menambahkan, KSATRIA Nusantara Series” adalah rangkaian kejuaraan yang diinisiasi oleh Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), menargetkan partisipasi atlet dari mulai dari tingkat pemula hingga prestasi.
“Kita mengikuti full tim ada 29 atlet. Mereka akan bertanding dalam dua kategori, seperti kyorugi (tarung), poomsae (jurus),” ucap Rizki.
Menurutnya, Kejuaraan ini tidak hanya berbicara soal medali. Ada misi yang lebih besar: membangun karakter dan regenerasi atlet.
Rizki yang merangkap sebagai Head Of Team Kejuaraan Internasional Ksatria Nusantara PBTI series, menuturkan Pertandingannya sendiri akan menggunakan sistem gugur dengan format individu, berpasangan, dan beregu.
Pada kategori kyorugi, digunakan sistem best of three, lengkap dengan teknologi seperti Protector Scoring System (PSS) dan Instant Video Replay (IVR) untuk kelas prestasi.
“Sedangkan kategori poomsae digunakan sistem eliminasi tunggal, dan freestyle memberi ruang kreativitas atlet dengan durasi penampilan 90–100 detik,” jelas Rizki.
Menurutnya, Ksatria International Nusantara PBTI Series memang menjadi ajang bergengsi untuk para atlet berprestasi.
Di Jawa Barat nanti, para atlet nasional juga akan turun turut unjuk gigi. Hal ini menjadi momen berharga untuk pelatih dalam melihat kemampuan para atlet.
Rizki menerangkan, pihaknya saat ini memang getol untuk mengikuti berbagai event yang ada.
Mengingat masih ada waktu panjang sebelum gelaran pekan olahraga provinsi (porprov).
Karenanya, sementara ini, dia akan memanfaatkan waktu persiapan dengan mengikui event taekwondo.
“Setelah di PBTI Series Jabar nanti, masih ada agenda kejurprov (kejuaraan provinsi) untuk pelajar. Setelah dua itu, kami akan evaluasi secara keseluruhan,” terangnya.
“Harapan yang lebih besar. Kejuaraan ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet unggul yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berintegritas mewakili daerah,” katanya.
“Untuk porprov itu sendiri kami bersama pengurus KONI menargetkan 4 besar dengan rencana meraih dua medali emas, satu medali perak dan perunggu,” pungkasnya.













