Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Kemenag Perkuat Kerukunan, Yusril: Negara Butuh Fondasi Etika

Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat perannya dalam membangun etika bangsa dan memperkokoh kerukunan umat beragama.(Dok Menag ).
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat perannya dalam membangun etika bangsa dan memperkokoh kerukunan umat beragama. Upaya tersebut mendapat dukungan dari Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra.

Dalam peluncuran tiga buku seri pemikiran Menteri Agama Nasaruddin Umar di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (16/7/2026), Yusril menegaskan pembangunan negara tidak cukup hanya mengandalkan konstitusi dan perangkat hukum.

“Negara tidak cukup dibangun dengan konstitusi dan undang-undang. Negara memerlukan roh etika dan peradaban. Di sinilah tugas strategis kita, bagaimana membangun etika bangsa melalui Kementerian Agama,” ujar Yusril.

Menurut Yusril, Kemenag memiliki posisi strategis untuk menghadirkan nilai-nilai moral dan keagamaan dalam kehidupan berbangsa. Ia juga mengapresiasi pemikiran Menteri Agama Nasaruddin Umar yang dinilai mampu menghubungkan ajaran Islam dengan dinamika masyarakat modern melalui pendekatan multidisipliner.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan penguatan kerukunan harus dibangun dengan memperluas ruang persamaan antarmanusia, bukan sekadar mengedepankan toleransi.

“Toleransi sering kali diasumsikan sebagai kondisi ketika kita terpaksa menerima sesuatu yang berbeda. Ke depan, mari kita memperkecil wilayah perbedaan itu dan mengangkatnya menjadi kesatuan nilai kemanusiaan,” kata Nasaruddin.

Menag menilai langkah tersebut menjadi bagian dari visi Kementerian Agama dalam menyiapkan Indonesia sebagai episentrum peradaban Islam dunia. Menurutnya, kondisi ekonomi yang stabil dan Indeks Kerukunan Umat Beragama yang terus terjaga menjadi modal penting untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Ia berharap perguruan tinggi keagamaan, termasuk UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, terus melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam membangun peradaban yang damai.