Radarpost.id | Bandung Barat – Satgas Citarum Harum Subsektor 3 Cisarua Sektor 5 terus mengoptimalkan berbagai kegiatan pembinaan wilayah dalam rangka mendukung keberhasilan Program Citarum Harum. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melaksanakan monitoring Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) Pasirhalang 2 yang berlokasi di Desa Pasirhalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan diawali dengan apel pagi dan pengecekan personel guna memastikan kesiapan anggota sebelum melaksanakan tugas di lapangan. Selanjutnya, personel Satgas bersama masyarakat melakukan monitoring terhadap kondisi IPAL untuk memastikan sistem pengolahan limbah dapur berfungsi secara optimal dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.
Selain melakukan pengecekan fasilitas IPAL, personel Satgas Citarum Harum juga melaksanakan komunikasi sosial (komsos) dengan warga sekitar. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta diimbau agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran drainase maupun aliran sungai yang dapat menyebabkan pencemaran dan penyumbatan aliran air.
Komandan Subsektor 3 Cisarua Sektor 5 Citarum Harum, Peltu Taryana Yusuf, mengatakan bahwa pengawasan terhadap IPAL merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas lingkungan, terutama pada fasilitas yang menghasilkan limbah setiap hari.
“Monitoring IPAL ini bertujuan memastikan seluruh limbah yang dihasilkan dari aktivitas dapur telah diolah dengan baik sebelum dialirkan ke lingkungan. Hal ini penting agar tidak menimbulkan pencemaran yang dapat merusak kualitas air maupun ekosistem di sekitarnya. Pencegahan harus dilakukan sejak awal agar dampak terhadap lingkungan dapat diminimalkan,” ujar Peltu Taryana Yusuf.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan Program Citarum Harum tidak hanya bergantung pada kegiatan pembersihan sungai, tetapi juga didukung oleh pengelolaan limbah yang baik dari setiap kegiatan masyarakat maupun fasilitas umum.
“Menjaga kebersihan sungai tidak cukup hanya dengan mengangkat sampah. Sumber pencemaran juga harus dikendalikan, salah satunya melalui pengelolaan limbah yang benar. Karena itu, kami terus melakukan monitoring sekaligus memberikan pendampingan agar setiap fasilitas yang menghasilkan limbah memiliki sistem pengolahan yang berfungsi dengan baik,” jelasnya.
Peltu Taryana Yusuf juga mengajak seluruh masyarakat untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan dengan membiasakan pengelolaan sampah sejak dari rumah.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke sungai. Mulailah dengan memilah sampah organik dan nonorganik serta membuang sampah pada tempatnya. Langkah sederhana tersebut akan memberikan dampak besar terhadap kebersihan lingkungan apabila dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan,” katanya.
Menurutnya, komunikasi sosial yang rutin dilaksanakan menjadi salah satu sarana efektif untuk membangun kesadaran masyarakat. Melalui pendekatan yang humanis, Satgas Citarum Harum berharap semakin banyak warga yang memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.
Sebagai bentuk komitmen menjaga kebersihan daerah aliran sungai, Subsektor 3 Cisarua juga akan terus melaksanakan kegiatan pembersihan sungai secara berkala, disertai edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari pencemaran.
Melalui sinergi antara Satgas Citarum Harum, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, tujuan Program Citarum Harum untuk mewujudkan sungai yang bersih, sehat, produktif, dan lestari dapat terus diwujudkan demi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang.***













