Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

TJSL PLN: Saat Bengkel Sekolah Bertransformasi, Mimpi-Mimpi Itu Ikut Tumbuh

banner 120x600

Jakarta || Radarpost.id

Masih teringat saat tim PLN pertama kali berdiskusi dengan para guru di SMK Dinamika Jakarta. Dalam pertemuan itu, para guru tidak datang membawa daftar panjang kebutuhan ataupun harapan yang muluk.

Yang paling membekas justru semangat para siswa dan guru pendamping untuk terus belajar, menguasai teknologi baru, serta membuktikan bahwa lulusan SMK mampu menjadi bagian dari masa depan industri kendaraan listrik di Indonesia.

General Manager PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (PLN UIP2B Jamali), Munawwar Furqan, menilai bahwa potensi generasi muda akan berkembang ketika didukung oleh ekosistem yang tepat.

Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia industri menjadi salah satu kunci untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan transisi energi.

“Melihat sekolah bisa terus bertumbuh dan mampu mencetak lulusan dengan kompetensi yang diakui tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi PLN untuk terus menghadirkan program-program yang memberi manfaat jangka panjang,” ujar Munawwar.

Berangkat dari keyakinan tersebut, PLN UIP2B Jamali melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban DKI Jakarta dan Banten (UP2B Jakban) menghadirkan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa Upgrading Konversi Kendaraan Listrik. Program ini tidak hanya menghadirkan bantuan peralatan praktik, tetapi juga membuka akses pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan industri sehingga para siswa memiliki kesempatan untuk mengasah kompetensi sekaligus meningkatkan daya saing di dunia kerja.

Beberapa waktu kemudian, saat PLN kembali mengunjungi sekolah tersebut, perubahan yang terjadi begitu nyata. Bengkel praktik yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai ruang belajar telah berkembang menjadi Teaching Factory Teknik Sepeda Motor.

Para siswa tidak lagi sekadar mempelajari teori konversi kendaraan listrik, tetapi telah mampu melakukan praktik sesuai standar industri, menghasilkan karya, dan membangun budaya kerja yang semakin profesional.

Perkembangan itu bahkan melampaui ekspektasi. Sejumlah guru dan siswa kini dipercaya menjadi bagian dari asesor sertifikasi konversi sepeda motor listrik di Kota Duri. Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa kesempatan yang diberikan melalui program TJSL mampu berkembang menjadi kompetensi yang diakui dan memberi manfaat yang lebih luas.

Bagi PLN, inilah makna sesungguhnya dari sebuah program pemberdayaan. Bantuan tidak berhenti ketika berita acara serah terima ditandatangani. Nilai sesungguhnya justru lahir ketika bantuan tersebut dimanfaatkan untuk belajar, berkembang, dan membuka peluang baru bagi para penerima manfaat.

Senada dengan hal tersebut, Manager PLN UP2B DKI Jakarta dan Banten, Akhmad Duli, menegaskan bahwa keberhasilan program TJSL tidak diukur dari banyaknya bantuan yang disalurkan, melainkan dari perubahan yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Kami berharap setiap program TJSL dapat menciptakan dampak yang berkelanjutan. Ketika sekolah mampu meningkatkan kompetensi peserta didiknya, melahirkan tenaga terampil, bahkan menjadi rujukan dalam pengembangan kendaraan listrik, di situlah kami melihat bahwa kolaborasi ini memberikan manfaat yang nyata,” ujar Duli.

Bagi PLN, transisi energi tidak hanya dibangun melalui pembangkit, jaringan listrik, ataupun semakin banyaknya kendaraan listrik yang beroperasi di jalan. Transisi energi juga dibangun melalui ruang-ruang belajar seperti bengkel SMK Dinamika Jakarta, tempat generasi muda ditempa untuk menguasai teknologi masa depan.

Setiap perkembangan yang terlihat di bengkel tersebut menjadi pengingat bahwa program ini tidak sekadar menghadirkan fasilitas baru. Lebih dari itu, program ini turut membuka jalan bagi lahirnya sumber daya manusia yang siap menghadapi transformasi industri. Ketika potensi dipertemukan dengan kesempatan, perubahan besar ternyata dapat dimulai dari sebuah bengkel sekolah.