Jakarta // Radarpost.id
Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 3.269 personel gabungan untuk mengamankan pelaksanaan Dzikir dan Doa Kebangsaan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026).
Pengamanan dilakukan secara maksimal karena kegiatan pembuka rangkaian peringatan HUT RI tersebut diperkirakan dihadiri sekitar 100 ribu peserta. Presiden Republik Indonesia bersama sejumlah pejabat negara dan tamu VVIP juga dijadwalkan menghadiri acara tersebut.
Sebelum pengamanan dimulai, Polda Metro Jaya menggelar Tactical Wall Game (TWG) yang dipimpin Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung. Selanjutnya, apel kesiapan personel dipimpin Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono di Plaza Monas.
Dalam TWG, seluruh perwira pengendali menerima arahan mengenai pola pengamanan empat ring, pengaturan jalur VVIP, akses keluar-masuk peserta, pengamanan kantong parkir, hingga pengaturan titik penurunan dan penjemputan bus rombongan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung menegaskan seluruh personel harus memahami tugas di titik pengamanan masing-masing dan mengedepankan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.
“Ini merupakan agenda nasional yang dihadiri Presiden RI beserta tamu VVIP. Karena itu seluruh personel harus menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab. Pastikan setiap ring pengamanan berjalan optimal, tidak terjadi penumpukan massa, serta masyarakat dapat mengikuti kegiatan dengan aman dan nyaman,” ujar Reynold.
Ia juga meminta seluruh personel memperkuat koordinasi, terutama dalam mengatur arus kedatangan dan kepulangan peserta. Bus pengangkut jamaah diminta tidak berhenti terlalu lama di lokasi penurunan penumpang agar tidak memicu kemacetan, sedangkan petugas di kantong parkir harus memastikan mobilisasi kendaraan berlangsung lancar.
Sementara itu, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono mengingatkan seluruh personel agar memahami plotting pengamanan, menjaga setiap akses masuk, mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas, serta tetap bersiaga hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
Masyarakat yang menghadiri Dzikir dan Doa Kebangsaan juga diimbau mematuhi arahan petugas, memanfaatkan kantong parkir yang telah disediakan, serta menjaga keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung.
“Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Jika membutuhkan bantuan atau menemukan gangguan kamtibmas, segera hubungi layanan Kepolisian 110 yang siaga selama 24 jam,” tutup Reynold.













