Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Syed Iqbal Bawa Musik Islami Malaysia ke Indonesia, “Basstamam” Tembus 5 Juta Streams

Capaian tersebut menjadi salah satu modal Syed Iqbal untuk memperkenalkan musiknya kepada pendengar Indonesia.(Istimewa).

JAKARTA|| Radarpost.id

Penyanyi dan performer asal Malaysia, Syed Iqbal, memperluas kiprahnya di industri musik dengan membawa karya bernuansa Islami ke pasar Indonesia. Salah satu karyanya, “Basstamam”, mencatat lebih dari 5 juta streams di berbagai platform digital dan telah digunakan lebih dari 395 ribu pengguna TikTok.

Capaian tersebut menjadi salah satu modal Syed Iqbal untuk memperkenalkan musiknya kepada pendengar Indonesia. Tak hanya mengandalkan unsur hiburan, penyanyi yang pernah menempuh pendidikan di Al-Azhar University, Mesir, itu berupaya memadukan musik, budaya, bahasa, dan pesan spiritual dalam setiap karyanya.

“Saya ingin memperkenalkan lagu-lagu saya di Indonesia. Mudah-mudahan bisa diterima dan menghibur masyarakat. Musik bukan sekadar hiburan. Lagu yang dibawakan dengan bahasa Arab diharapkan memberikan ketenangan bagi pendengarnya ketika memahami makna yang terkandung di dalamnya,” kata Syed Iqbal.

“Basstamam” yang dirilis pada 2025 menjadi salah satu karya yang memperkuat namanya di ranah musik digital Malaysia. Lagu tersebut tercatat masuk Top 10 Malaysia Viral dan berada di peringkat ketujuh di ERA, salah satu kanal radio populer di Malaysia.

Popularitas “Basstamam” juga terlihat dari pemanfaatannya di media sosial. Lagu tersebut telah digunakan oleh lebih dari 395 ribu pengguna TikTok untuk berbagai konten.

“Basstamam” Catat Jutaan Pemutaran

Dari sisi streaming, “Basstamam” juga menunjukkan performa yang cukup signifikan. Berdasarkan capaian yang disampaikan dalam konferensi pers, lagu tersebut telah mengumpulkan jutaan pemutaran di sejumlah platform digital.

Rinciannya, YouTube Music mencapai sekitar 3,8 juta streams, sementara video musik atau MV mencatat sekitar 2,4 juta views. Adapun di Spotify, “Basstamam” telah mengantongi sekitar 1,7 juta streams.

Capaian tersebut memperlihatkan bagaimana musik bernuansa Islami dapat menemukan audiens melalui ekosistem digital, sekaligus menjadi ruang bagi Syed Iqbal untuk memperluas jangkauan pendengarnya di luar Malaysia.

Belajar Musik dan Bahasa Arab di Mesir

Karakter musik Syed Iqbal tidak lepas dari pengalaman pendidikannya di Mesir. Ia pernah menempuh pendidikan di Al-Azhar University dan banyak mempelajari bahasa Arab selama berada di negara tersebut.

Pengalaman itu turut membentuk perspektifnya dalam mengembangkan musik bernuansa Islami. Selain bahasa Arab, Syed Iqbal juga menguasai bahasa Melayu dan Inggris.

Kemampuan tersebut menjadi salah satu modal bagi dirinya untuk membangun komunikasi dengan pendengar dari berbagai latar belakang sekaligus memperluas peluang kolaborasi musik lintas negara.

Ketertarikannya terhadap musik Arab pun telah berkembang sejak lama. Menurut Syed Iqbal, proses belajar bahasa dan pengalaman berada di lingkungan yang memiliki kedekatan dengan budaya Arab ikut memberikan pengaruh terhadap karya musik yang dibawakannya.

Bimo Maxim Gabung Management Syed Iqbal di Indonesia

Langkah Syed Iqbal memasuki pasar Indonesia turut didukung kehadiran Bimo Maxim yang terlibat dalam management Syed Iqbal di Indonesia.

Management tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan karier Syed Iqbal di Indonesia, mulai dari memperluas jaringan, komunikasi dan promosi hingga membuka peluang kerja sama dengan pelaku industri musik Tanah Air.

Indonesia dipandang memiliki kedekatan budaya dan bahasa dengan Malaysia. Kondisi tersebut menjadi salah satu peluang bagi Syed Iqbal untuk memperkenalkan musiknya kepada penikmat musik Indonesia, khususnya karya-karya yang membawa nuansa Islami.

Di sisi lain, Syed Iqbal juga membuka peluang untuk berkolaborasi dengan musisi Indonesia. Kolaborasi lintas negara tersebut diharapkan dapat menjadi ruang pertukaran kreativitas sekaligus memperluas warna musik yang dihadirkannya.

Syed Iqbal mengatakan perjalanan bermusiknya masih panjang. Ia mengaku masih terus belajar untuk mengembangkan kemampuan, baik dalam bernyanyi maupun menciptakan karya.

Bagi Syed Iqbal, musik bukan hanya tentang angka streaming dan popularitas. Di balik karya yang dihadirkannya, terdapat keinginan untuk menyampaikan pesan positif sekaligus menghadirkan pengalaman musikal yang dapat memberikan ketenangan bagi pendengar.