BONDOWOSO, Radarpost.id
Di tengah medan terjal dan cuaca yang tidak bersahabat, sebuah operasi kemanusiaan di jalur pendakian Gunung Piramid, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, berhasil dituntaskan dengan penuh kehati-hatian dan koordinasi yang solid. Di bawah langsung komando Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, SH, SIK, MM, proses pencarian hingga membantu korban hilang berjalan efektif sejak hari pertama, dengan ditemukannya dua korban dalam kondisi kematian dunia.
Namun upaya bantuan tidak dapat segera dilakukan karena kondisi alam yang sangat ekstrem. Kabut tebal yang memenuhi kawasan pegunungan, ditambah menurunnya visibilitas menjelang malam, membuat jalur pendakian tidak aman untuk dilalui. Dengan mengedepankan keselamatan personel, proses evakuasi kemudian ditunda dan dilanjutkan pada hari berikutnya.
Pada Rabu, 5 Agustus 2026, sejak pukul 06.50 WIB, AKBP Aryo Dwi Wibowo memimpin langsung Apel Gabungan Evakuasi di Posko Pencarian Gunung Piramid. Apel tersebut menjadi titik awal pelaksanaan evakuasi dua jenazah yang melibatkan kekuatan gabungan TNI, Polri, BPBD, Basarnas, serta unsur relawan.
Hadir dalam apel tersebut Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika, Kabag Ops Polres Bondowoso Kompol Nanang Sugiyono, Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso Kristianto Putro Prasojo, Koordinator Tim Operasi SAR Pos SAR Jember Jefry S, Danki 3 Batalyon B Satbrimobda Jatim AKP Hariyanto, Kasat Narkoba Polres Bondowoso AKP Deky Julkarnaen, Kapolsek Curahdami AKP Muktamar, Danramil Curahdami Kapten Inf Heri Purwanto, Camat Curahdami Guruh Purnama, beserta personel gabungan dari berbagai instansi.
Operasi darurat tersebut melibatkan dua regu Kompi 3 Yon B Satbrimobda Jawa Timur, 25 personel Polres Bondowoso, 20 personel Kodim 0822 Bondowoso, serta satu regu Basarnas Pos SAR Jember.
Dalam arahannya, Kapolres Bondowoso mengatur strategi penempatan personel secara terukur. Posko utama dipimpin Kabag Ops Polres Bondowoso bersama personel Polsek Curahdami, sementara personel TNI dan Polri ditempatkan di Pos 2 serta sejumlah titik rawan di jalur pendakian untuk memperkuat jalur pengamanan dan mempercepat proses evakuasi. Setelah apel selesai, seluruh personel bergerak menuju titik tugas sesuai rencana operasi.
Koordinator Tim Operasi SAR Pos SAR Jember, Jefry S, menjelaskan bahwa kedua jenazah telah dikemas sesuai prosedur sehingga siap dievakuasi menggunakan tandu. Proses pengangkutan dilakukan dengan sistem estafet oleh personel gabungan, dimulai dari jenazah pertama, kemudian dilanjutkan jenazah kedua setelah kondisi dinyatakan aman.
Seluruh tahapan evakuasi berlangsung di bawah kendali dan koordinasi langsung Kapolres Bondowoso sehingga setiap pergerakan personel berjalan tertib, terukur, dan mengedepankan faktor keselamatan.
Sebelum pelaksanaan evakuasi, Polsek Curahdami lebih dahulu melakukan koordinasi intensif dengan Muspika Curahdami, BPBD, Basarnas, serta para relawan. Pengumpulan informasi dan pemantauan perkembangan pencarian dipimpin langsung Kapolsek Curahdami AKP Muktamar bersama jajaran anggotanya sehingga seluruh unsur memiliki data dan strategi yang sama di lapangan.
Keberhasilan menemukan korban pada hari pertama menjadi bukti nyata efektivitas koordinasi yang dibangun sejak awal operasi. Meski evakuasi baru dapat dilaksanakan keesokan harinya akibat cuaca ekstrem dan kabut pekat yang membahayakan keselamatan petugas, seluruh proses akhirnya dapat dituntaskan dengan baik berkat kepemimpinan yang cepat, tepat, dan penuh perhitungan dari AKBP Aryo Dwi Wibowo.
Dalam arahannya, Kapolres Bondowoso mengatur strategi penempatan personel secara terukur. Posko utama dipimpin Kabag Ops Polres Bondowoso bersama personel Polsek Curahdami, sementara personel TNI dan Polri ditempatkan di Pos 2 serta sejumlah titik rawan di jalur pendakian untuk memperkuat pengamanan dan mempercepat proses evakuasi. Usai apel, seluruh personel langsung bergerak menuju titik tugas sesuai rencana operasi.
Koordinator Tim Operasi SAR Pos SAR Jember, Jefry S, menjelaskan bahwa kedua jenazah telah dikemas sesuai prosedur sehingga siap dievakuasi menggunakan tandu. Proses pengangkutan dilakukan secara estafet oleh personel gabungan, dimulai dari jenazah pertama, kemudian dilanjutkan jenazah kedua setelah kondisi dinyatakan aman.
Seluruh rangkaian evakuasi berlangsung di bawah kendali langsung Kapolres Bondowoso, sehingga setiap pergerakan personel dapat berjalan tertib, terukur, dan tetap mengutamakan keselamatan.
Sebelum pelaksanaan evakuasi, Polsek Curahdami terlebih dahulu melakukan koordinasi intensif dengan Muspika Curahdami, BPBD, Basarnas, serta para relawan. Pengumpulan data dan pemantauan perkembangan pencarian dipimpin langsung Kapolsek Curahdami AKP Muktamar bersama jajaran, sehingga seluruh unsur memiliki kesamaan informasi dan strategi di lapangan.
Keberhasilan penemuan korban pada hari pertama menjadi bukti efektivitas koordinasi sejak awal operasi. Meski evakuasi baru dapat dilaksanakan keesokan harinya akibat cuaca ekstrem dan kabut tebal yang membahayakan keselamatan petugas, seluruh proses akhirnya dapat diselesaikan dengan baik berkat kepemimpinan yang cepat, tepat, dan penuh perhitungan dari AKBP Aryo Dwi Wibowo.
Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, menegaskan bahwa keselamatan personel menjadi prioritas utama dalam setiap operasi kemanusiaan.
“Pencarian korban adalah tugas kemanusiaan yang harus dilaksanakan dengan maksimal. Alhamdulillah korban berhasil ditemukan pada hari pertama. Namun kami tidak akan membahayakan keselamatan personel karena kondisi cuaca saat itu sangat berisiko. Evakuasi baru kami laksanakan setelah situasi memungkinkan. Terima kasih kepada seluruh personel gabungan, relawan, dan masyarakat yang telah bekerja tanpa mengenal lelah. Sinergi yang solid inilah yang menjadi kekuatan utama dalam setiap misi pemberitahuan,” tegas AKBP Aryo Dwi Wibowo.
Keberhasilan operasi ini akan menjadi cerminan kuat bahwa kolaborasi, profesionalisme, dan kepemimpinan yang hadir langsung di tengah personel mampu menjawab tantangan medan yang berat. Di balik medan terjal dan kabut yang menyelamatkan Gunung Piramid, semangat kemanusiaan tetap menjadi cahaya yang mengantarkan setiap langkah hingga misi penyelesaian selesai terselesaikan| Bagus Wirawiri*













