Depok || Radarpost.id
Universitas Indonesia (UI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan nasional melalui pengabdian kepada masyarakat. Melalui Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS UI), sebanyak 20 tim diberangkatkan mengikuti program Tim Ekspedisi Patriot yang digagas Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia.
Salah satu tim akan bertugas di kawasan transmigrasi Werianggi–Werabur, Distrik Nikiwar, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, selama empat bulan. Mereka akan menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat berbasis riset dan inovasi untuk mengoptimalkan potensi unggulan daerah, khususnya komoditas pala.
Tim yang diberangkatkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta tersebut adalah Tim 7 Universitas Indonesia atau Tim 3 Kementerian Transmigrasi RI. Tim dipimpin oleh Assoc. Prof. Dr. Hendra Kaprisma dengan anggota Edelleit Rose, M.Hum., Salsabila Erlindita, S.Hum., Bella Rose Simangunsong, S.Si., Maulana Rizqi, S.E., serta Yusril Ikhtiar M., S.Hub.Int.
Setelah tiba di Manokwari, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Windesi sebelum mencapai lokasi pengabdian di Werianggi–Werabur. Selama berada di lokasi, tim lintas disiplin ilmu tersebut akan tinggal bersama masyarakat untuk mendampingi berbagai program pengembangan ekonomi lokal.
Mengusung tema “Hilirisasi Produk Pala Zero-Waste dan Digitalisasi UMKM Wondama Gold”, Tim Ekspedisi Patriot UI akan mengimplementasikan sejumlah program unggulan, mulai dari penguatan produksi pala berbasis zero-waste, digitalisasi UMKM Wondama Gold, Papua Creative Branding Initiative, Sekolah Pesisir Petani Pala Berkelanjutan, hingga penyelenggaraan Festival Pala Wondama.
Program-program tersebut dirancang untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus memperkuat daya saing masyarakat melalui pendekatan kolaboratif Pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.
Ketua Tim, Assoc. Prof. Dr. Hendra Kaprisma, mengatakan Ekspedisi Patriot menjadi ruang kolaborasi dalam menghadirkan inovasi yang berangkat dari kebutuhan dan potensi masyarakat setempat.
“Kami ingin bersama masyarakat membangun nilai tambah komoditas lokal, memperkuat kapasitas UMKM, dan menghadirkan model pemberdayaan yang berkelanjutan sehingga Werianggi–Werabur dapat berkembang sebagai kawasan transmigrasi yang mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan hilirisasi pala tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai ekonomi hasil perkebunan, tetapi juga membuka peluang lahirnya produk-produk baru yang memiliki daya saing di pasar. Di sisi lain, digitalisasi UMKM diharapkan mampu memperluas akses pemasaran sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat setempat.
Melalui kolaborasi Universitas Indonesia, Kementerian Transmigrasi RI, pemerintah daerah, dan masyarakat, program Ekspedisi Patriot diharapkan dapat melahirkan inovasi yang berdampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan warga. Selain itu, program ini juga diharapkan menjadi model pemberdayaan kawasan transmigrasi berbasis riset, inovasi sosial, dan penguatan potensi lokal yang dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia.













