Jakarta|| Radarpost.id
Gerakan Masyarakat Cinta Jakarta (Gema Cita) mengapresiasi kinerja PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) dalam meningkatkan layanan transportasi publik di Ibu Kota. Organisasi tersebut menilai penilaian terhadap TransJakarta harus dilakukan secara objektif, menyeluruh, dan berbasis data, bukan hanya berangkat dari satu insiden yang masih dalam proses evaluasi.
Ketua Umum Gema Cita, Hilman Firmansyah, mengatakan setiap evaluasi terhadap badan usaha milik daerah tersebut perlu dilakukan secara proporsional tanpa mengabaikan berbagai capaian yang telah diraih selama beberapa tahun terakhir.
“Kami mengapresiasi dan mendukung prestasi TransJakarta terhadap pelayanan publik serta evaluasi yang dilakukan secara adil dan proporsional, tanpa mengabaikan berbagai capaian yang telah diraih TransJakarta,” kata Hilman dalam keterangannya, Kamis (6/8/2026).
Menurut Hilman, satu peristiwa yang masih dievaluasi tidak dapat dijadikan dasar untuk menghakimi keseluruhan institusi maupun mendorong pergantian kepemimpinan perusahaan. Ia mengajak masyarakat melihat kinerja TransJakarta secara utuh melalui indikator pelayanan dan keselamatan.
Berdasarkan data kinerja perusahaan tahun 2025, TransJakarta melayani lebih dari 1,4 juta perjalanan setiap hari dan menjadi salah satu moda transportasi publik utama di wilayah Jabodetabek. Sepanjang 2025, jumlah pelanggan tercatat mencapai 413 juta perjalanan atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2022 yang mencapai sekitar 191 juta perjalanan.
Hilman juga menyoroti tingkat kepuasan pelanggan yang disebut mencapai skor 4,4 dari skala 5. Selain itu, Net Promoter Score (NPS) sebesar 73 persen dinilai menunjukkan mayoritas pengguna merasa puas dan bersedia merekomendasikan layanan TransJakarta kepada masyarakat.
“Dari sisi pelayanan, Indeks Kepuasan Pelanggan mencapai 4,4 dari skala 5, dengan Net Promoter Score sebesar 73 persen. Ini merupakan indikator yang menunjukkan mayoritas pengguna merasa puas dan bersedia merekomendasikan layanan TransJakarta kepada masyarakat lainnya,” ujarnya.
Dari sisi operasional, Hilman menyebut cakupan layanan TransJakarta telah menjangkau sekitar 92,4 persen populasi di wilayah pelayanannya. Pada 2025, perusahaan mengoperasikan 233 rute dengan 4.869 armada bus, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia juga menilai aspek keselamatan mengalami perbaikan. Berdasarkan data yang disampaikannya, tingkat kecelakaan (accident rate) turun dari 0,55 pada 2022 menjadi 0,33 pada 2025 atau menurun sekitar 40 persen. Sementara Severity Index disebut tetap berada di angka 0,00 sejak 2023 hingga 2025.
“Dengan berbagai indikator tersebut, tentu kita harus memberikan apresiasi terhadap kerja keras seluruh jajaran TransJakarta. Jika terdapat kekurangan dalam pelaksanaan di lapangan, maka hal itu harus menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan SOP, bukan langsung menghapus berbagai capaian yang telah diraih,” tegasnya.
Selain capaian operasional, Hilman mengatakan TransJakarta juga memperoleh sejumlah penghargaan sepanjang 2026, di antaranya Transportasi Indonesia Award 2026, BUMD Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) 2026, TOP BUMD Awards 2026, Best Human Capital Awards 2026, serta WOW Brand Award 2026.
Meski demikian, pernyataan tersebut merupakan pandangan dari Gema Cita. Sementara proses evaluasi terhadap insiden yang menjadi perhatian publik tetap berada di ranah pihak berwenang dan manajemen TransJakarta.
Hilman berharap kritik terhadap layanan publik tetap disampaikan secara konstruktif dan berbasis fakta agar dapat menjadi masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kritik harus menjadi bahan perbaikan, tetapi prestasi juga patut mendapatkan penghargaan,” tutup Hilman.













