Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Gajah Mada Plaza Berubah Jadi Lippo Icon, Wajah Baru Mal Legendaris Jakarta

Bukan sekadar mengganti papan nama, perubahan ini membawa wajah baru, komposisi tenant yang diperbarui, serta konsep yang lebih dekat dengan kebutuhan hiburan dan gaya hidup masyarakat urban.(Rr).
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Nama Gajah Mada Plaza sudah puluhan tahun menjadi bagian dari lanskap pusat kota Jakarta. Namun, memasuki usia 44 tahun, pusat perbelanjaan di kawasan Gajah Mada itu memilih membuka lembaran baru.

Mulai Kamis (20/8/2026), Gajah Mada Plaza resmi bertransformasi menjadi Lippo Icon Gajah Mada. Bukan sekadar mengganti papan nama, perubahan ini membawa wajah baru, komposisi tenant yang diperbarui, serta konsep yang lebih dekat dengan kebutuhan hiburan dan gaya hidup masyarakat urban.

Transformasi tersebut dilakukan PT Lippo Malls Indonesia (LMI) melalui renovasi menyeluruh dan pembaruan tenant. Hingga kini, tingkat okupansi mal mencapai sekitar 90 persen, sementara lebih dari 60 persen tenant merupakan penyewa baru.

Pilihan tenant pun dibuat lebih beragam. Pengunjung tidak hanya diarahkan untuk datang berbelanja, tetapi juga menikmati kuliner, fesyen, hiburan, lifestyle, hingga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Perubahan ini menjadi menarik karena terjadi ketika perilaku masyarakat terhadap pusat perbelanjaan juga ikut bergeser. Mal kini tak lagi sekadar tempat membeli barang. Bagi masyarakat perkotaan, mal semakin sering menjadi tempat bertemu teman, mencari kuliner, menikmati hiburan, menghabiskan waktu bersama keluarga, hingga mencari pengalaman baru.

Karena itu, Lippo Icon Gajah Mada mencoba mengambil posisi sebagai destinasi lifestyle yang dapat mengikuti perubahan tersebut.

Chief Marketing Officer Lippo Malls Santiwati Basuki mengatakan transformasi ini menjadi momentum penting bagi pengelola, terlebih bertepatan dengan perjalanan 44 tahun Gajah Mada Plaza.

“Transformasi menjadi Lippo Icon Gajah Mada merupakan momentum penting bagi kami, terlebih bertepatan dengan perjalanan 44 tahun Gajah Mada Plaza. Melalui renovasi menyeluruh, kehadiran tenant-tenant baru, serta identitas baru Lippo Icon, kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih modern dan relevan bagi pengunjung,” ujar Santiwati.

Bukan Cuma Ganti Nama

Jika dilihat sekilas, perubahan nama mungkin menjadi hal pertama yang menarik perhatian. Namun, di balik identitas baru tersebut terdapat strategi untuk membuat mal lebih relevan dengan perkembangan kawasan.

Lippo Icon Gajah Mada kini mengusung tampilan yang lebih modern dengan sentuhan warna emas. Konsep tersebut diarahkan untuk memperkuat karakter baru mal sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung.

Lebih dari separuh tenant yang kini mengisi mal merupakan wajah baru. Artinya, pengunjung lama yang pernah mengenal Gajah Mada Plaza memiliki alasan untuk kembali dan melihat perubahan yang terjadi.

Dari sisi bisnis, pembaruan komposisi tenant juga menjadi bagian penting dalam menarik aktivitas pengunjung. Semakin beragam kebutuhan yang dapat dipenuhi di dalam satu tempat, semakin besar pula peluang mal menjadi ruang aktivitas masyarakat, bukan hanya tempat transaksi.

Konsep revitalisasi semacam ini juga menjadi bagian dari strategi pengelola mal untuk mengoptimalkan aset dan memperbarui komposisi penyewa. Dalam laporan perusahaan, Gajah Mada Plaza memang masuk dalam agenda pengembangan dan penataan ulang ruang untuk meningkatkan daya tarik bagi tenant baru.

Menunggu Era Baru Transportasi Gajah Mada

Ada faktor lain yang membuat perubahan Lippo Icon Gajah Mada menjadi relevan: transportasi publik.

Kawasan Gajah Mada saat ini juga berada dalam perkembangan proyek MRT Jakarta Fase 2. Pekerjaan MRT di koridor Gajah Mada dan Hayam Wuruk bahkan telah memengaruhi rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut.

Dalam jangka panjang, perkembangan transportasi publik berpotensi mengubah cara masyarakat mengakses kawasan pusat kota.

Pengelola Lippo Icon Gajah Mada pun mempersiapkan diri menghadapi perkembangan tersebut. Direktur Mal Gajah Mada Plaza Pahala Situmeang mengatakan transformasi dilakukan sebagai bagian dari kesiapan menyambut perkembangan MRT Jakarta Koridor 2.

“Transformasi Lippo Icon Gajah Mada merupakan bagian dari kesiapan kami menyambut perkembangan MRT Jakarta Koridor 2, dengan menghadirkan destinasi gaya hidup yang modern, mudah diakses, dan terintegrasi dengan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan Gajah Mada,” kata Pahala.

Dengan akses transportasi yang semakin terintegrasi, kawasan Gajah Mada berpotensi menjadi ruang yang lebih aktif untuk berbagai kegiatan, mulai dari bekerja, bertemu, kulineran hingga mencari hiburan.

Bagi mal, kondisi tersebut tentu membuka peluang untuk mendapatkan pengunjung dari kelompok masyarakat yang lebih luas.

Usia 44 Tahun Dirayakan dengan Hiburan

Transformasi Lippo Icon Gajah Mada juga tidak dilepaskan dari unsur hiburan.

Untuk merayakan 44 tahun perjalanan Gajah Mada Plaza sekaligus memperkenalkan identitas barunya, pengelola menghadirkan program “Shop & Celebrate” pada 20-30 Agustus 2026.

Program tersebut mengajak pengunjung menikmati pengalaman belanja sekaligus mendapatkan berbagai hadiah. Pengunjung dengan transaksi minimal Rp300.000 dapat menukarkan merchandise eksklusif Lippo Icon Gajah Mada.

Bagi 10 pengunjung pertama setiap hari yang memenuhi ketentuan, tersedia tambahan voucher Playtopia senilai Rp100.000.

Namun, yang paling ditunggu berada di penghujung rangkaian acara.

Pada Minggu (30/8/2026), perayaan akan ditutup dengan penampilan Mahalini. Selain konser, pengunjung juga akan disuguhi aksi pelepasan lebih dari 500 balon yang berisi voucher belanja dan hadiah dari tenant maupun sponsor.

Sebanyak 44 balon khusus bahkan disiapkan dengan hadiah eksklusif sebagai simbol perjalanan 44 tahun Gajah Mada Plaza.

Konsep tersebut memperlihatkan bagaimana perayaan ulang tahun mal kini tidak hanya mengandalkan program diskon, tetapi juga pengalaman dan hiburan yang dapat membuat pengunjung datang untuk menghabiskan waktu.

Dari Tempat Belanja Menjadi Ruang Lifestyle

Perubahan Gajah Mada Plaza menjadi Lippo Icon Gajah Mada pada akhirnya mencerminkan perubahan fungsi pusat perbelanjaan di Jakarta.

Mal tidak cukup hanya memiliki toko. Pengunjung membutuhkan alasan untuk datang, tinggal lebih lama, menikmati suasana, bertemu orang lain, mencoba kuliner, mencari hiburan, atau sekadar menghabiskan waktu.

Itulah yang coba ditawarkan melalui konsep baru Lippo Icon Gajah Mada.

Dengan okupansi sekitar 90 persen dan lebih dari 60 persen tenant baru, mal ini memiliki modal awal untuk membangun kembali daya tariknya. Kehadiran berbagai kategori tenant juga membuat pengalaman pengunjung tidak terpaku pada aktivitas belanja.

Apalagi, perkembangan transportasi publik di kawasan Gajah Mada berpotensi membuat akses menuju kawasan tersebut semakin mudah.

Lippo Icon Gajah Mada menjadi mal kedua dalam jaringan Lippo Malls yang menggunakan konsep Lippo Icon setelah Lippo Icon Cibubur, yang sebelumnya dikenal sebagai Cibubur Junction.

Dengan demikian, perubahan Gajah Mada Plaza bukan hanya cerita tentang sebuah mal yang berganti nama saat berusia 44 tahun. Ini juga menjadi cerita tentang bagaimana pusat hiburan dan gaya hidup di Jakarta mencoba beradaptasi dengan perubahan zaman.

Kini, setelah lebih dari empat dekade berdiri, Gajah Mada Plaza ingin dikenal dengan identitas baru: Lippo Icon Gajah Mada, sebuah ruang yang memadukan belanja, kuliner, hiburan, lifestyle, dan konektivitas dalam satu kawasan.