Depok || Radarpost.id
Perhelatan lomba olahraga tradisional tingkat SD se-Kecamatan Tapos, Kota Depok, akan segera digelar, pada Tanggal 22 Agustus 2026 di Stadion mini Sukatani Tapos. Ini menjadi panggung bagi olahraga kerakyatan untuk kembali anak-anak eksis di tengah gempuran tren modernisasi.
“Alhamdulillah, hari ini Portina Kota Depok bersama PGRI Tapos, menggelar Technical Meeting Peserta Lomba olahraga tradisional tingkat Kecamatan Tapos,” kata Wakil Ketua Portina Kota Depok Arif Qadarman, di aula Kantor Kelurahan Tapos, pada Rabu (19/8/2026).
Pelaksanaan kegiatan lomba-lomba olahraga tradisional dilaksanakan dalam rangka seleksi para atlet olahraga tradisional, akan melangkah ke jenjang ke tingkat Kota.
Arif Qadarman mengatakan, kegiatan yang diinisiasi oleh Pelestari Olahraga Tradisional Indonesia (PORTINA) Kota Depok bekerjasama dengan PGRI Cabang Tapos, dan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Depok serta KBPJOK Tapos.
Tidak hanya sekadar ajang perlombaan, kegiatan ini menjadi wadah untuk seleksi para atlet yang nanti akan dilaksanakan lomba ke Tingka Kota Depok.

“Bahwa ini atas dasar arahan Ketua Portina Kota Depok H. Irfan Januar, menyelenggarakan
Technical Meeting Peserta Lomba olahraga tradisional tingkat, dengan guru-guru se-Kecamatan Tapos,” kata Arif.
Arif menjelaskan bahwa, misi utama dari kegiatan ini adalah membumikan kembali olahraga tradisional kepada generasi muda dan masyarakat luas.
Ia menilai bahwa olahraga tradisional memiliki daya tarik unik yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam suasana yang penuh kegembiraan.
Untuk memacu semangat para peserta, panitia yang juga di Ketua Arif, juga telah menyiapkan piala dan hadiah pembinaan bagi para pemenang.
Menurutnya, setiap permainan tradisional yang diperlombakan mengandung filosofi moral yang sangat relevan dengan pembangunan karakter anak-anak bangsa.
“Olahraga tradisional bukan sekadar permainan rakyat yang diwariskan turun-temurun, melainkan bagian penting dari identitas budaya bangsa yang mengandung nilai-nilai luhur seperti sportivitas, gotong royong, kekompakan, kedisiplinan, kejujuran, ketahanan mental, dan kebersamaan. Nilai-nilai inilah yang menjadi modal sosial bagi anak-anak,” tandas Arif.
Sementara itu Ketua PGRI Kecamatan Tapos Yoyo Sutoyo, menuturkan Panitia menyelenggarakan technical meeting untuk lomba olahraga tradisional yang akan digelar pada 22 Agustus 2026 mendatang.
Sebanyak 500 peserta dari anak SD swasta dan negeri se-Kecamatan Tapos, mengirimkan atlet-atlet terbaiknya untuk berkompetisi.
“Pertandingan ini ada lima cabang olahraga tradisional utama, yakni tarumpah putri, hadangan putra, egrang putra, sumpitan putra/putri dan dagongan. permainan tradisional lainnya yang menguji ketangkasan serta kekompakan tim,” ungkap Yoyo.
Yoyo yang juga sebagai Kepala Sekolah SDN Tapos, berharap semua pihak diimbau untuk mendukung kelancaran acara dan ikut meramaikan suasana dengan semangat sportifitas dan kebersamaan.
“Kami sangat mengapresiasi tingginya partisipasi sekolah-sekolah yang membuktikan bahwa kepedulian terhadap kearifan lokal di Tapos masih sangat terjaga,” ungkap Yoyo mengahirinya. (**).













