Jakarta // Radarpost.id
Pengurus Maenpo Jakarta resmi dikukuhkan dalam sebuah acara yang berlangsung di Caffe Tujuh-Tujuh, H. Mencong, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Sabtu (29/8/2026).
Pengukuhan kepengurusan tersebut menjadi momentum penting bagi Maenpo Jakarta untuk memperkuat organisasi sekaligus menjaga keberlangsungan seni bela diri tradisional yang memiliki akar budaya dan nilai luhur dari para pendahulu.
Acara pengukuhan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan dihadiri sejumlah tokoh serta perwakilan perguruan silat. Kehadiran para tokoh tersebut sekaligus memperkuat tali silaturahmi dan persaudaraan antarpaguron silat.
Dalam prosesi pengukuhan, para pengurus menyatakan kesanggupan menjalankan amanah organisasi dengan penuh keikhlasan, kejujuran, keadilan, kedisiplinan dan rasa tanggung jawab.
Mereka juga berkomitmen menjaga persatuan, persaudaraan serta kekeluargaan di lingkungan Maenpo Jakarta. Para pengurus menegaskan akan menghindari berbagai tindakan yang dapat merusak citra dan nama baik perguruan.
Adapun susunan kepengurusan Maenpo Jakarta yang dikukuhkan yakni:
Guru Besar sekaligus Pendiri: Gangan Garmana, SH, Pembina: Sadeli, S.Sos, Ketua: H. Taufan Ericson, BA, MH, Sekretaris Jenderal: Endrik Wijaya, dan Bendahara: Syarif Hidayatulloh
Kepengurusan tersebut diharapkan mampu membawa Maenpo Jakarta semakin berkembang serta menjadi wadah pembinaan generasi muda melalui seni bela diri yang tidak hanya mengedepankan kemampuan fisik, tetapi juga karakter, etika dan akhlak.
Dalam ikrar pengukuhan, para pengurus menyatakan kesiapan untuk mengabdikan tenaga, pikiran dan kemampuan demi kemajuan Maenpo Jakarta dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai tradisi dan tuntunan para guru serta pendahulu.
“Kami akan mengabdikan tenaga, pikiran dan kemampuan untuk kemajuan Maenpo Jakarta tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi dan tuntunan para pendahulu,” demikian salah satu bagian ikrar yang disampaikan dalam prosesi pengukuhan.
Para pengurus juga menerima amanah kepengurusan dengan penuh keyakinan dan tanggung jawab untuk menjaga, melestarikan serta meneruskan perjuangan Maenpo Jakarta.
Sejumlah tokoh seni bela diri tradisional turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Raden Rahmat atau Jakarta Anggangan, Babeh Marhali dari Cingkrik Ki Goning, serta Guru Besar Padepokan Stroom Family, H. Muhammad Yasin.
Kehadiran para tokoh perguruan silat tersebut mendapat apresiasi karena dinilai menjadi bagian penting dalam mempererat hubungan persaudaraan dan membuka ruang kolaborasi antarpaguron.
Guru Besar Padepokan Stroom Family, H. Muhammad Yasin, menyampaikan dukungannya terhadap perkembangan Maenpo Jakarta.
“Saya sangat mendukung berkembangnya tradisi Maenpo Jakarta. Mudah-mudahan ke depan berjalan lancar, semakin berkembang dan menjadi bagian dari persaudaraan seluruh perguruan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan perguruan silat tradisional harus terus dirawat karena bukan hanya berkaitan dengan kemampuan bela diri, tetapi juga memiliki nilai budaya, pendidikan karakter dan persaudaraan.
Perwakilan Maenpo Jakarta menyampaikan bahwa pengukuhan kepengurusan bukan sekadar kegiatan seremonial. Momentum tersebut menjadi titik awal untuk menjalankan program organisasi sekaligus memperkenalkan Maenpo kepada masyarakat secara lebih luas.
“Pengukuhan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi awal dari komitmen kita bersama untuk menjaga, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur serta silat tradisi di Jakarta,” ujarnya.
Maenpo Jakarta juga membuka peluang untuk membangun kolaborasi dengan berbagai perguruan silat maupun komunitas seni tradisi lainnya. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat eksistensi pencak silat tradisional Indonesia di tengah perkembangan zaman.
Maenpo Jakarta diketahui mulai berkembang di Jakarta sejak 2025 dan hingga kini telah berjalan sekitar satu tahun. Perguruan tersebut memiliki akar tradisi yang berasal dari Bandung.
Guru Besar sekaligus pendiri Maenpo, Gangan Garmana, SH, turut hadir dalam kegiatan pengukuhan tersebut.
Dalam acara tersebut, prosesi pemotongan tumpeng menjadi salah satu rangkaian penting. Pemotongan tumpeng dilakukan sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan Maenpo Jakarta sekaligus momentum dimulainya kepengurusan baru.
Tak hanya pengukuhan, kegiatan juga dimeriahkan dengan atraksi seni bela diri. Sejumlah anggota Maenpo Jakarta memperagakan rangkaian jurus yang menjadi bagian dari pembelajaran mereka.
Para anggota menampilkan jurus 1 hingga jurus 11. Atraksi tersebut memperlihatkan karakteristik gerakan dan teknik Maenpo yang dipelajari para anggota.
Penampilan kemudian dilanjutkan dengan aplikasi teknik melalui simulasi pertarungan. Demonstrasi tersebut memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai bagaimana gerakan dan teknik Maenpo diterapkan dalam praktik.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, Maenpo Jakarta berharap dapat semakin aktif memperkenalkan seni bela diri tradisional kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Maenpo Jakarta tidak ingin pencak silat hanya dipandang sebagai kemampuan bela diri. Lebih dari itu, seni tradisional tersebut diharapkan menjadi sarana membentuk manusia yang berbudi luhur, berakhlak mulia, memiliki pendirian kuat, rendah hati dan menjunjung tinggi martabat.
Para pengurus menegaskan komitmennya untuk tetap mempertahankan nilai tradisi, etika, persaudaraan serta tuntunan para guru.
Semangat tersebut menjadi landasan Maenpo Jakarta untuk terus berkembang sekaligus ikut menjaga pencak silat sebagai salah satu warisan budaya bangsa yang harus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.












