Jakarta // Radarpost.id
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas I Cipinang mengingatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk disiplin menjalankan tata tertib dan menjadikan masa pidana sebagai momentum memperbaiki diri.
Pesan tersebut disampaikan Kalapas saat memberikan pengarahan kepada umat Buddha di Vihara Aryasacca Lapas Kelas I Cipinang, Senin (7/9/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Pembinaan Bambang Setiawan dan Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas) Yudha Ageng.
Dalam arahannya, Kalapas menegaskan bahwa mematuhi aturan bukan sekadar kewajiban, tetapi bagian dari proses pembinaan WBP agar mampu membangun sikap disiplin dan bertanggung jawab.
“Jalankan seluruh tata tertib yang berlaku. Jadikan masa pembinaan ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik. Berikan yang terbaik selama berada di Lapas,” pesan Kalapas.
Tak hanya soal kedisiplinan, Kalapas juga meminta umat Buddha ikut menjaga Vihara Aryasacca. Tempat ibadah tersebut harus dirawat kebersihan, ketenangan, serta kehormatannya agar tetap menjadi ruang yang nyaman untuk beribadah dan melakukan pembinaan keagamaan.
Kalapas juga mengingatkan pentingnya menjaga komitmen Zero Halinar, yakni Lapas yang bersih dari handphone, pungutan liar, dan narkoba.
Menurutnya, mewujudkan lingkungan Lapas yang aman dan tertib bukan hanya menjadi tugas petugas pemasyarakatan. WBP juga memiliki peran penting dalam menjaga keamanan serta menjauhi berbagai bentuk pelanggaran.
“Jaga Vihara ini dengan baik, jaga kebersihannya, dan taat beribadah. Jadikan tempat ibadah sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada nilai-nilai kebaikan serta membangun perubahan positif dalam diri,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Bambang Setiawan mengatakan pembinaan keagamaan di Vihara Aryasacca menjadi salah satu bagian penting dalam membentuk karakter WBP.
Bambang berharap umat Buddha mengikuti kegiatan ibadah dan pembinaan dengan sungguh-sungguh serta menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
“Jadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjaga sikap, disiplin, serta menghormati sesama,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh umat Buddha bersama-sama menjaga kebersihan dan ketertiban Vihara Aryasacca.
“Vihara ini adalah tempat untuk membangun ketenangan batin dan memperbaiki diri. Mari bersama-sama kita jaga kebersihan, ketertiban, dan kehormatannya,” katanya.
Kepala Seksi Bimkemas Yudha Ageng menambahkan, kepatuhan terhadap tata tertib dan keaktifan mengikuti pembinaan menjadi bagian penting dalam proses perubahan perilaku WBP.
“Kami mengajak seluruh umat Buddha untuk terus menjaga komitmen dalam mengikuti tata tertib Lapas dan menjauhi segala bentuk pelanggaran,” kata Yudha.
Ia kembali mengingatkan agar tidak ada handphone, narkoba maupun praktik pungutan liar di lingkungan Lapas.
“Mari kita wujudkan komitmen Zero Halinar bersama-sama dan manfaatkan setiap kegiatan pembinaan sebagai bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas I Cipinang terus mendorong pembinaan yang tidak hanya menekankan kedisiplinan, tetapi juga memperkuat kehidupan keagamaan WBP.
Pembinaan tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan Lapas yang aman, tertib dan kondusif sekaligus mempersiapkan WBP agar memiliki bekal moral dan karakter positif sebelum kembali ke tengah masyarakat.












