Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Gubernur Pramono Perkuat Kesiapsiagaan, DMI DKI Siapkan 100 Relawan Masjid

Sebanyak 100 takmir masjid dari berbagai wilayah DKI Jakarta, khususnya masjid yang berada di kawasan rawan bencana, mengikuti Pelatihan Mitigasi Kebencanaan di Gedung PPPIJ, Jakarta Islamic Centre, Selasa (8/9/2026). (Istimewa)

Jakarta|| Radarpost.id

Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DKI Jakarta menyiapkan 100 takmir masjid sebagai relawan siaga bencana untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana di Ibu Kota.

Sebanyak 100 takmir masjid dari berbagai wilayah DKI Jakarta, khususnya masjid yang berada di kawasan rawan bencana, mengikuti Pelatihan Mitigasi Kebencanaan di Gedung PPPIJ, Jakarta Islamic Centre, Selasa (8/9/2026).

Pelatihan tersebut memberikan pembekalan mengenai mitigasi bencana serta keterampilan dasar yang diperlukan untuk menghadapi kondisi darurat di lingkungan masyarakat.

Inisiatif tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai bagian dari upaya memperkuat kebijakan Jaga Jakarta dan membangun kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat.

Tenaga Ahli Gubernur DKI Jakarta Reinhard Sirait mengatakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengapresiasi langkah DMI DKI Jakarta yang melibatkan takmir masjid dalam gerakan relawan kebencanaan.

“Pak Gubernur Pramono sangat mengapresiasi inisiatif relawan ini. Karena hari ini masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga tempat kegiatan sosial. Komunikasinya paling cepat sampai ke masyarakat,” ujar Reinhard.

Menurut dia, kedekatan masjid dengan masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam menyampaikan informasi kebencanaan sekaligus membangun kesiapsiagaan hingga tingkat lingkungan.

“Masjid memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Karena itu, keberadaan relawan berbasis masjid dapat membantu mempercepat penyampaian informasi dan membangun kesadaran masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat,” katanya.

Ketua DMI Provinsi DKI Jakarta KH Mamun Al Ayubi mengatakan masjid memiliki peran yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam membangun ketangguhan menghadapi bencana.

“Kita ingin lahir takmir-takmir masjid yang tanggap, peduli dan siap menjadi bagian dari relawan kebencanaan. Masjid harus menjadi pusat ketangguhan masyarakat,” tegas KH Mamun.

Dalam pelatihan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memberikan materi mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Sementara itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Pusat memberikan praktik dasar pertolongan pertama serta penanganan awal terhadap korban dalam situasi darurat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Biro Pendidikan Mental dan Spiritual (Dikmental) Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta.

Sejalan dengan Program Jaga Jakarta

Penguatan relawan berbasis masjid ini sejalan dengan langkah Pemprov DKI Jakarta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya pada musim kemarau 2026.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin Apel Jaga Jakarta Kesiapsiagaan Musim Kemarau 2026 di Silang Monas, Jakarta Pusat, pada 2 September 2026.

Dalam apel tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyiagakan 1.027 personel gabungan dan 29 mobil tangki air untuk mengantisipasi sejumlah dampak musim kemarau, mulai dari kekeringan, krisis air bersih, kebakaran hingga dampak fenomena El Niño.

DMI DKI Jakarta berharap kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta dapat terus diperkuat sehingga kesiapsiagaan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat.

Dengan melibatkan masjid sebagai salah satu pusat aktivitas sosial, gerakan relawan takmir masjid diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi mitigasi bencana sekaligus mempercepat respons masyarakat ketika terjadi kondisi darurat.

Sinergi antara kebijakan Jaga Jakarta, pemerintah daerah, lembaga kebencanaan, dan komunitas masjid diharapkan dapat membangun Jakarta sebagai kota yang semakin tangguh menghadapi berbagai risiko bencana.