Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login
Berita  

Gempa M 5,9 Guncang Kepulauan Seribu, Getaran Terasa hingga Sukabumi dan Sejumlah Daerah

(istimewa).

Jakarta|| Radarpost.id

Gempa bumi bermagnitudo (M) 5,9 mengguncang wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (12/9/2026) dini hari. Getaran gempa dilaporkan terasa hingga sejumlah wilayah di Banten, Jawa Barat, bahkan beberapa daerah lainnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 04.23.55 WIB. Gempa berpusat di wilayah pantai utara Kepulauan Seribu dengan kedalaman yang membuat BMKG mengategorikannya sebagai gempa bumi dalam akibat aktivitas intraslab.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanti, mengatakan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser turun atau oblique normal.

“Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat aktivitas intraslab,” ujar Wijayanti dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/9/2026).

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan atau shakemap serta laporan masyarakat, intensitas gempa paling kuat tercatat mencapai IV MMI di sejumlah daerah.

Getaran IV MMI dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah. Beberapa orang yang berada di luar rumah juga merasakan guncangan. Pada tingkat ini, gerabah dapat pecah, sementara jendela, pintu, dan dinding dapat menimbulkan bunyi.

Wilayah yang merasakan gempa pada skala IV MMI antara lain Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur, dan Tanggamus.

Sementara itu, gempa dengan intensitas III MMI dirasakan di Tangerang, Tanjung Priok, Nagrak, Kalapanunggal, dan Cilacap.

Pada skala II-III MMI, getaran dirasakan di Rancaekek, Lembang, Garut, Kota Bandung, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Kabupaten Malang, Kota Bengkulu, Sumur, Padang, Mentawai, Pariaman, dan Solok Selatan.

Adapun wilayah Lemong, Semaka, dan Bengkunat merasakan gempa pada skala II MMI.

Di sejumlah wilayah, masyarakat melaporkan merasakan getaran cukup jelas, termasuk di Kabupaten Sukabumi. Guncangan membuat sebagian warga terbangun dari tidur dan merasakan rumah maupun benda-benda di dalamnya bergetar.

Meski gempa cukup luas dirasakan, hingga pukul 05.00 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.

BMKG memastikan pemantauan terus dilakukan terhadap aktivitas kegempaan setelah gempa M 5,9 tersebut. Informasi terbaru akan disampaikan kepada pemangku kepentingan dan masyarakat apabila terdapat perkembangan.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta mengikuti informasi resmi BMKG terkait perkembangan aktivitas gempa.

Gempa terjadi Sabtu, 12 September 2026 pukul 04.23.55 WIB, pusat gempa berada di wilayah pantai utara Kepulauan Seribu, Jakarta.

BMKG menyebut gempa merupakan gempa bumi dalam yang berkaitan dengan aktivitas intraslab.

Getaran dirasakan di sejumlah wilayah, dengan intensitas tertinggi IV MMI di Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur, dan Tanggamus. Hingga pukul 05.00 WIB belum terdeteksi gempa susulan.