Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Menag: MTQ Nasional Bakal Digelar Tiap Tahun, Buka Peluang Daerah Jadi Tuan Rumah

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke depan akan diarahkan menjadi agenda tahunan.(Istimewa)

SEMARANG|| Radarpost.id

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke depan akan diarahkan menjadi agenda tahunan. Kebijakan ini mengubah pola penyelenggaraan yang selama ini berlangsung setiap dua tahun sekali.

Nasaruddin mengatakan perubahan tersebut mempertimbangkan persiapan penyelenggaraan MTQ dan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) di daerah yang dinilai relatif sama. Selain itu, penyelenggaraan setiap tahun dinilai dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi provinsi untuk menjadi tuan rumah MTQ Nasional.

Hal itu disampaikan Nasaruddin setelah menghadiri Malam Ta’aruf MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Jumat (11/9/2026).

“Kita sudah memutuskan bahwa setiap tahun akan dilaksanakan MTQ. Sebab, energi yang dikeluarkan dalam penyelenggaraan STQ relatif sama dengan MTQ. Karena itu, sekalian saja kita ubah menjadi MTQ,” ujar Nasaruddin.

Menurut dia, pelaksanaan MTQ dan STQ sama-sama membutuhkan persiapan dari daerah, mulai dari pembinaan dan persiapan kafilah hingga keterlibatan masyarakat. Atas dasar itu, pemerintah menilai penyelenggaraan MTQ Nasional setiap tahun lebih efektif.

Selain persoalan persiapan, keputusan tersebut juga berkaitan dengan panjangnya daftar tunggu provinsi yang ingin menjadi tuan rumah MTQ Nasional.

Nasaruddin mencontohkan Jawa Tengah yang baru kembali dipercaya menjadi tuan rumah MTQ Nasional pada 2026 setelah menunggu selama 47 tahun.

“Kami memutuskan bahwa setiap tahun akan dilaksanakan MTQ. Selama ini, daftar tunggu provinsi untuk menyelenggarakan MTQ sangat panjang. Jika hanya digelar dua tahun sekali, pemerataannya akan memakan waktu lama, seperti Jawa Tengah yang baru kembali menjadi tuan rumah setelah 47 tahun,” kata dia.

MTQ Nasional Jadi Bagian Pembinaan Al-Qur’an

Nasaruddin juga menilai MTQ Nasional tidak sekadar menjadi ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an. Menurutnya, kegiatan tersebut telah berkembang menjadi bagian dari tradisi pembinaan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Ia menyebut MTQ telah menjadi kegiatan yang dinantikan masyarakat dan terus mendapat perhatian di berbagai daerah.

“Sekarang kita kembalikan menjadi MTQ setiap tahun karena kegiatan ini merupakan bagian yang paling ditunggu-tunggu masyarakat,” ujarnya.

MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 yang berlangsung di Semarang sekaligus menjadi momentum kembalinya penyelenggaraan MTQ Nasional ke Jawa Tengah setelah 47 tahun.

Nasaruddin berharap seluruh rangkaian MTQ Nasional XXXI dapat berlangsung dengan baik hingga selesai. Ia juga berharap MTQ tetap menjadi sarana pembinaan sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

Di tengah pelaksanaan MTQ Nasional XXXI, Menag turut menyampaikan empati atas gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Timur dan sejumlah daerah lainnya.

Menurutnya, pelaksanaan MTQ dapat menjadi momentum untuk mendoakan keselamatan masyarakat serta bangsa Indonesia.