Depok || Radarpost.id
Tim Media Santri dan Santriwati Pondok Pesantren Dar eL Fikr Kota Depok berhasil mencuri perhatian penonton lewat penayangan film pendek berjudul “Baik-Baik Saja” pada malam puncak Hari Santri Nasional 2026.
Film tersebut diputar sebagai penutup acara dan mendapat apresiasi hangat dari para hadirin yang hadir pada saat itu (23/10/2026).
Baik-Baik Saja mengisahkan perjuangan seorang santri dalam menghafal dan menuntut ilmu di pesantren. Perjalanan itu tidak selalu mudah, tetapi sering kali disembunyikan di balik kalimat sederhana yang terdengar menenangkan: “aku baik-baik saja.”
Sejak awal film, penonton langsung disuguhi sejumlah adegan yang menyentuh. Seorang santri mengabarkan kepada bapaknya bahwa ia baik-baik saja, padahal ada luka di dahinya.
Santri lain mengucap alhamdulillah sehat, padahal sebenarnya ia sedang sakit. Hampir semua tokoh mengatakan hal yang sama: semuanya baik.

Cerita semakin menarik ketika tokoh utama, Raka, mengaku telah memiliki banyak hafalan dan siap mengikuti wisuda. Padahal, ia baru menghafal satu surat. Adegan ini menjadi gambaran jujur tentang tekanan, rasa malu, dan keinginan santri untuk tidak mengecewakan keluarga.
Film ini turut menghadirkan Ibu Rusinah yang memerankan ibu dari tokoh Raka. Beliau dikenal sebagai pemain berpengalaman di dunia sinetron Indonesia, di antaranya sinetron Juragan Kangkung. Kehadirannya menambah kuat nuansa emosional dalam film.
Film ini disutradarai oleh Ariel Ahmed. Ia menjelaskan bahwa kisah dalam film bersumber dari pengalaman nyata para santri.
“Film ini diangkat dari pengalaman santri. Ini kita buat agar menjadi motivasi untuk semua,” ujarnya.
Keberhasilan film ini tidak lepas dari kerja sama seluruh tim produksi: Kameramen dan editor Ahmad Zaky Al-Fadhlil, Penata artistik Muhammad Ariqul Atok dan Bilqis Emil Sky, Penulis skenario Syarla Rahmadanya, Gaffer Muhammad Farid Athalah
Di balik suksesnya film ini, ada pula sosok Farhan yang mendampingi sejak penulisan skenario hingga proses penyuntingan. Ia selalu memberikan arahan dan bimbingan kepada tim selama proses pembuatan film.
Melalui karya ini, Tim Media Dar eL Fikr berharap penonton, khususnya para santri dan orang tua, dapat lebih memahami perjuangan di balik kehidupan pesantren, serta terdorong untuk saling terbuka, mendukung, dan tidak menyerah dalam menuntut ilmu. (**).












