|| JAKARTA || RADARPOST.ID ||
Kota Salatiga kembali menegaskan jati dirinya sebagai “Kota Toleransi” dengan meraih peringkat pertama dalam Indeks Kota Toleran (IKT) 2024 yang dirilis oleh Setara Institute. Prestasi ini menjadi bukti nyata keberhasilan kota kecil di Jawa Tengah itu dalam menjaga harmoni kehidupan antarumat beragama, ras, dan budaya.
Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG, menyambut gembira pencapaian tersebut. Ia menyatakan bahwa keberhasilan Salatiga tak lepas dari keberadaan regulasi yang mendukung kehidupan kewarganegaraan yang setara dan inklusif.
“Dalam hal ini di Salatiga itu sudah dalam bentuk perda, peraturan daerah. Itu yang harus kita taati bersama,” ujar dr. Robby dalam keterangannya. Ia menegaskan bahwa Pemkot membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh kelompok agama, ras, dan budaya untuk berekspresi tanpa pembatasan.
Strategi Pemerintah dalam Menjamin Kebebasan Beribadah
Menanggapi isu krusial terkait perizinan rumah ibadah—yang kerap menjadi polemik di berbagai daerah—dr. Robby menegaskan bahwa Pemkot Salatiga tetap berpegang pada ketentuan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri.
“Pembangunan ibadah tetap melalui prosedur yang ada, tetapi pelaksanaannya difasilitasi oleh pemerintah daerah,” jelasnya. Pendekatan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk bersikap suportif dan tidak diskriminatif terhadap komunitas agama manapun.
Sebagai bentuk konkret penguatan toleransi, dr. Robby mengungkapkan rencana pembangunan ikon toleransi Salatiga berupa bangunan yang memuat enam rumah ibadah dari agama-agama yang diakui di Indonesia dalam satu kawasan.
Dukungan Ekonomi dan Transformasi Digital
Selain unggul dalam aspek sosial-kultural, Salatiga juga menunjukkan potensi besar dalam bidang ekonomi rakyat, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Saat ini terdapat sekitar 26.000 pelaku UMKM di kota tersebut, dan 9.000 di antaranya sudah terdaftar resmi.
Menurut dr. Robby, berbagai event dan program akan digelar untuk terus mendorong pertumbuhan sektor ini. “UMKM menjadi salah satu motor penggerak ekonomi lokal dan ini harus terus kita dorong,” tegasnya.
Di bidang digital, Salatiga juga menunjukkan kemajuan. Dengan tingginya populasi pelajar dan mahasiswa, indeks digitalisasi dinilai cukup baik, dan menjadi salah satu kekuatan dalam mendorong literasi digital di kalangan masyarakat.
Menjaga Predikat dan Menjadi Teladan
Sebagai penutup, Wali Kota menyampaikan harapan agar Salatiga terus menjadi teladan nasional dalam menjaga kerukunan.
“Saya kira tetap berpatokan pada perda-perda yang sudah ada, kita jalankan, kemudian kita memberikan ruang dan kesempatan bagi semua agama, kepercayaan, maupun budaya untuk berekspresi di Kota Salatiga ini,” pungkasnya.
Dengan berlandaskan pada regulasi yang inklusif, komitmen pemerintah yang kuat, dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, Salatiga menunjukkan bahwa toleransi bukan sekadar slogan, melainkan fondasi yang terus diperkuat untuk masa depan yang damai dan setara.













