Cibinong Bogor || Radarpost.id
Baru-baru ini kasus dugaan pungutan liar (pungli) beredar di medsos dan berita online, terjadi di salah satu Madrasah Aliah Negeri (MAN) 1 Bogor, viral di media sosial.
Dalam narasi yang beredar, pihak sekolah diduga minta biaya. Namun, permintaan sekolah itu membuat orangtua siswa keberatan dan menilai adanya pungli.
Tetapi di kalangan orang tua murid sudah ramai membicarakan tentang pungutan tersebut yang belum dilakukan oleh pengurus komite.
Hal ini ditanggapi dan ketika di konfirmasi Ketua Komite Sekolah MAN 1 Bogor terpilih Salman SE, MM,, Periode 2025-2028, mengatakan, sangat di sayangkan adanya berita terkait infomasi yang beredar di medsos dan berita online terkait punggutan di SMAN 1 Bogor.
“Untuk saat ini kami baru terbentuk dan baru mau merencanakan rapat dengan wali murid kelas 10,” kata Salman, Kamis (14/08/2025).
“Kami masih berkoordinasi dengan pihak sekolah tentang pengembangan mutu pendidikan dan semua permasalahan yang ada di sekolah MAN 1 Bogor,” tambahnya.
Salman mengungkap, Praktik pungutan liar di sekolah, secara jelas melanggar berbagai peraturan perundang-undangan di Indonesia.
“Pemberitaan ini sangat merugikan pihak sekolah MAN 1 Bogor yang sumber nya masih di pertanyakan,” jelas Salman.
Salman mengeluhkan pemberitaan tersebut, saat di konfirmasi dengan pihak sekolah terkait pemberitaan tersebut, pihak sekolah belum mengetahui hal tersebut, tetapi di kalangan orang tua murid sudah ramai membicarakan tentang pungutan tersebut yang belum dilakukan oleh pengurus komite.
“Kami masih berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk bagaimana memajukan mutu pendidikan di MAN 1 agar lebih baik dari tahun sebelumya,” ucap Salman.
Mengingat seriusnya permasalahan ini, para orang tua dan masyarakat berharap agar bersabar.
“Kami akan segera memberantas praktik pungli di berbagai sektor, tentunya sangat dinantikan. Namun dengan anggaran yang terbatas dari dana BOS dan Dana Bantuan Provinsi ataupun Dana lainnya, diperlukan kerjasama dengan baik dengan sekolah maupun dengan wali murid,” tutup, Salman yg pernah menjadi pengurus komite di MAN Insan Cendekia. (**).













