||JAKARTA || RADARPOST.ID ||
Semangat jalanan kembali menggelora di kawasan Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan. Anto Baret, ikon musik jalanan Indonesia, resmi merilis album terbarunya bertajuk “Sketsa Jalanan”—sebuah karya yang menggambarkan realita kehidupan rakyat kecil, penuh keresahan, kejujuran, dan harapan.
Album ini diluncurkan dalam sebuah pertunjukan yang hangat dan penuh semangat kolaboratif. Acara dibuka oleh deretan musisi jalanan seperti Orker Trotoar, Mister Bento, Crewsakan, hingga Tunas Muda, menandai semangat kolektif yang selama ini melekat dalam tubuh komunitas jalanan.

Totok Tewel, Sang Gitaris Legendaris, Kembali ke Panggung
Kejutan hadir dari sosok Totok Tewel—gitaris legendaris era 90-an yang dulu sempat mengisi panggung bersama Iwan Fals. Kini, ia tampil bersama Anto Baret, membawa warna khas dalam musik jalanan yang membumi namun menggugah.
“Kalau konsep lagunya sih saya ngikutin aja, yang penting melodinya dapet. Gara-gara Jawa Barat juga kali ya,” ujar Totok santai. “Rekaman juga kadang ngawur-ngawur aja, tapi pas launching, dimainin aja. Yang penting jujur aja mainnya.”
Totok Tewel juga terlibat langsung dalam perilisan lagu baru Anto Baret dalam album ini. Kolaborasi keduanya menampilkan perpaduan lirik tajam dengan dentingan gitar yang khas, membentuk harmoni yang sederhana namun menyentuh.

Album Jalanan yang Penuh Cerita dan Kritik Sosial
“Sebetulnya kita gelinding aja, berkarya apa adanya,” ungkap Anto Baret saat peluncuran. “Dari sekian lagu, semuanya cerita tentang jalanan. Kalau diterima, ya syukur. Saya cuma bisa itu, Mas.”
Lagu-lagu dalam album Sketsa Jalanan sarat akan kritik sosial. Anto Baret tak segan menyentil isu keadilan dan penegakan hukum di negeri ini. “Dari dulu sampai sekarang, kok kondisinya masih sama aja. Hukum ditegakkan demi kepentingan, bukan demi keadilan. Nggak jelas,” tambahnya, lantang.
Puisi, Harapan, dan Kehangatan Komunitas
Peluncuran album ini juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi dari sejumlah seniman seperti Yoyik Lembayung, Fikar W. Eda, Sha Ine Febriyanti, Amin Kamiel, Lewis Matahari, dan Cornelia Agatha.
Cornelia Agatha tampil membacakan puisi yang mengangkat tema anak-anak jalanan dan perjuangan kaum marjinal. “Kita ingin memberi pengakuan, supaya mereka tetap berkarya. Dari harmoni musik ini, semoga lahir harmoni dalam kehidupan,” katanya penuh haru.
Reuni dan Respirasi Kreatif
Lebih dari sekadar peluncuran album, momen ini juga menjadi ajang silaturahmi seniman lintas generasi. “Dari silaturahmi ini kita harap muncul inspirasi, biar bisa terus berkarya walau nggak suka jelas arahnya,” ucap Totok Tewel menutup dengan senyum.
Hadir pula sosok-sosok penting dunia seni dan jalanan seperti aktor dan sutradara Deddy Mizwar, Arya Kusumadewa, Harry Cahyono, serta KPJ Bandung yang diwakili Kang Yusna dan Kang Ipih Igun beserta rombongan yang khusus datang dari Bandung untuk memberikan dukungan kepada sang Presiden KPJ Indonesia, Anto Baret.













