JAKARTA|| Radarpost.id
Anime Festival Asia Indonesia (AFAID) kembali digelar pada 15-16 Agustus 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Tahun ini menjadi momen istimewa karena menandai penyelenggaraan AFA untuk yang ke-10 kalinya di Indonesia.
Selama satu dekade terakhir, Anime Festival Asia telah berkembang menjadi salah satu festival budaya pop Jepang terbesar di Asia Tenggara. Kehadirannya tidak hanya menjadi ajang berkumpul bagi pencinta anime, manga, gim, dan cosplay, tetapi juga memperkuat hubungan industri kreatif Jepang dengan komunitas penggemar di Indonesia.
Mengusung tema “Celebrate the Magic of Japan Pop Culture”, penyelenggara ingin menghadirkan pengalaman yang merangkum berbagai elemen budaya pop Jepang dalam satu festival. Pengunjung akan menemukan beragam aktivitas mulai dari pameran anime, booth industri, area kreator, pertunjukan cosplay, hingga konser musisi Jepang.
Founder dan Managing Director SOZO, Shawn Chin, mengatakan pencapaian edisi ke-10 menjadi tonggak penting bagi perjalanan Anime Festival Asia di Indonesia.
Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu pasar yang memiliki antusiasme tinggi terhadap budaya pop Jepang dan menjadi bagian penting dalam perkembangan AFA di kawasan Asia Tenggara.
“Kami sangat berterima kasih kepada komunitas penggemar yang terus tumbuh bersama AFA selama bertahun-tahun. Kami ingin terus menghadirkan pengalaman terbaik dari dunia anime, musik, kreator, dan hiburan Jepang kepada masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Industri kreatif Jepang semakin dekat dengan penggemar Indonesia
Tidak hanya menghadirkan hiburan, AFAID2026 juga menjadi ruang pertemuan antara industri kreatif Jepang dengan komunitas lokal.
Berbagai perusahaan, pemegang lisensi anime, penerbit, studio gim, hingga kreator independen dijadwalkan membuka booth interaktif yang memungkinkan pengunjung mengenal karya terbaru sekaligus berinteraksi langsung dengan pelaku industri.
Festival ini juga menjadi panggung bagi komunitas cosplay Indonesia yang selama ini dikenal sebagai salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. Berbagai kegiatan seperti parade cosplay, kompetisi, sesi foto, hingga pertemuan komunitas diperkirakan kembali menjadi daya tarik utama selama penyelenggaraan acara.
Selain itu, Creator Hub dan Cardverse juga kembali dihadirkan sebagai ruang bagi kreator lokal untuk memperkenalkan karya mereka kepada pengunjung.
Konser musisi Jepang menjadi magnet utama
Salah satu agenda yang paling dinantikan adalah rangkaian AFA Concert Weekend yang berlangsung pada malam hari.
Pada Sabtu (15/8/2026), grup rock Jepang SPYAIR dijadwalkan tampil sebagai salah satu penampil utama. Band tersebut dikenal luas lewat lagu tema berbagai serial anime populer.
Selain SPYAIR, produser musik elektronik kz (livetune) serta penyanyi virtual Isekaijoucho juga masuk dalam daftar penampil yang telah diumumkan.
Sementara pada Minggu (16/8/2026), panggung akan menjadi saksi penampilan perdana TOGENASHI TOGEARI di Asia Tenggara.
Band yang lahir dari proyek anime GIRLS BAND CRY itu memiliki konsep unik karena seluruh personelnya juga mengisi suara karakter dalam serial tersebut. Kehadiran mereka diperkirakan menjadi salah satu momen yang paling dinantikan penggemar anime musik di Indonesia.
Maskot Seika hadir dengan identitas baru
Dalam perayaan edisi ke-10, AFA juga memperkenalkan kembali maskot resminya, Seika, dengan desain terbaru.
Karakter tersebut kembali digarap ilustrator Jepang LAM, yang sebelumnya juga menciptakan visual utama AFA Indonesia pada 2024 dan 2025.
LAM dikenal melalui berbagai proyek ilustrasi di industri gim dan anime Jepang, termasuk desain karakter untuk talenta Hololive Indonesia serta sejumlah proyek multimedia lainnya.
Komunitas menjadi pusat perayaan
Berbeda dengan sekadar festival hiburan, penyelenggara menempatkan komunitas sebagai bagian utama dari penyelenggaraan AFAID2026.
Festival ini juga memperkenalkan AFAID Festival Network, sebuah inisiatif yang melibatkan kreator konten, komunitas cosplay, pengelola forum anime, hingga kreator digital untuk ikut membangun ekosistem budaya pop Jepang di Indonesia.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa perkembangan budaya pop Jepang di Indonesia tidak lagi hanya bergantung pada industri hiburan, tetapi juga didorong oleh komunitas yang aktif menciptakan konten, berdiskusi, dan membangun jaringan antarpenggemar.
Dengan memasuki edisi ke-10, Anime Festival Asia Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan tahunan, tetapi juga menjadi barometer perkembangan budaya pop Jepang di Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis penggemar anime terbesar di kawasan Asia Tenggara.













