Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Bocah 3 Tahun Meninggal Usai Terperosok ke Lubang Galian Proyek di Taman Manggarai Tebet

Setelah proses penyelamatan berlangsung selama sekitar empat jam, korban akhirnya berhasil dievakuasi pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 03.40 WIB.(Istimewa)
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Seorang bocah berinisial YBT (3) meninggal dunia setelah terperosok ke dalam lubang galian proyek di kawasan Taman Manggarai RW 04 atau yang dikenal warga sebagai Taman Tuyul, Jalan Manggarai Utara II, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (27/6/2026) malam.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga terjatuh ke dalam lubang galian berdiameter sekitar 40 sentimeter dengan kedalaman kurang lebih 2 meter, yang merupakan bagian dari pekerjaan persiapan revitalisasi taman.

Mendapat laporan adanya anak yang terperosok, petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, dibantu personel Polsek Tebet serta Satpol PP, segera menuju lokasi untuk melakukan proses penyelamatan.

Upaya evakuasi dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, petugas mencoba menjangkau korban melalui lubang galian secara manual. Namun, sempitnya diameter lubang membuat ruang gerak sangat terbatas sehingga proses penyelamatan berlangsung cukup sulit.

Untuk mempercepat evakuasi sekaligus meminimalkan risiko, petugas kemudian menggunakan alat berat berupa ekskavator guna menggali tanah di sisi lubang agar area evakuasi menjadi lebih luas. Langkah tersebut dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat posisi korban berada di dalam lubang yang sempit.

Setelah proses penyelamatan berlangsung selama sekitar empat jam, korban akhirnya berhasil dievakuasi pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 03.40 WIB. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, setelah mendapat penanganan dari tim medis, korban dinyatakan meninggal dunia.

Insiden tersebut menyisakan duka sekaligus menjadi perhatian warga sekitar. Sejumlah warga menilai aspek keselamatan di lokasi proyek perlu menjadi perhatian serius.

Menurut mereka, pengamanan di sekitar area galian dinilai belum optimal, sementara lokasi taman berada di tengah permukiman padat dan selama ini menjadi ruang bermain serta tempat beraktivitas anak-anak.

Warga berharap evaluasi terhadap sistem pengamanan proyek dapat segera dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang, terutama pada proyek yang berada di dekat kawasan permukiman.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai penyebab pasti insiden tersebut, termasuk standar pengamanan yang diterapkan di lokasi pekerjaan.

Pihak berwenang masih melakukan pendalaman untuk mengetahui kronologi dan memastikan seluruh fakta dalam peristiwa tersebut.