Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Bunga Jelitha: Dunia Modeling Kini Berkembang Pesat, Jangan Sampai Followers Kalahkan Potensi

Bunga Jelitha, Puteri Indonesia 2017, saat konferensi pers NUSANTARA SPOTLIGHT: Icon Search 2026 di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, Rabu (29/7).
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Dunia modeling Indonesia dinilai mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Tak hanya didominasi perhelatan fashion week, kini semakin banyak ajang pencarian bakat hingga kompetisi modeling yang membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan karier di industri fesyen.

Hal itu disampaikan Bunga Jelitha, Puteri Indonesia 2017, saat konferensi pers NUSANTARA SPOTLIGHT: Icon Search 2026 di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, Rabu (29/7/2026). Dalam ajang yang menjadi bagian dari rangkaian program Cantika Nusantara tersebut, Bunga dipercaya sebagai salah satu dewan juri.

Menurut Bunga, perkembangan ekosistem modeling saat ini jauh berbeda dibandingkan ketika ia mengawali karier. Kesempatan bagi talenta muda untuk tampil dan menunjukkan kemampuan kini semakin terbuka.

“Sekarang perubahannya luar biasa. Kalau dulu yang banyak itu fashion week saja, sekarang makin banyak acara modeling dan fashion. Saya sampai berpikir, kenapa kesempatan seperti ini tidak ada dari dulu. Menurut saya ini perkembangan yang sangat positif untuk anak-anak muda,” ujar Bunga.

Ia mengatakan, kemajuan teknologi dan media sosial turut berperan dalam memperluas akses masyarakat terhadap dunia modeling. Anak muda kini lebih mudah mengikuti tren, mempelajari industri, hingga menemukan berbagai peluang untuk berkarier sebagai model.

Meski peluang semakin besar, Bunga mengingatkan bahwa persaingan di industri modeling juga semakin ketat. Karena itu, para model muda dituntut memiliki nilai lebih agar mampu bersaing secara sehat.

“Di setiap profesi pasti ada persaingan. Yang harus kita tanamkan adalah rasa percaya diri, memperkuat karakter, dan membangun personal branding. Kita harus punya ciri khas agar berbeda dari yang lain,” katanya.

Bunga juga menyoroti fenomena media sosial yang kini kerap menjadi salah satu pertimbangan dalam proses audisi maupun casting. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan baru bagi para model yang sebenarnya memiliki kemampuan, tetapi belum memiliki jumlah pengikut yang besar.

“Saya pernah mendengar sendiri, saat ada casting atau audisi, yang pertama dilihat justru jumlah followers. Padahal, jangan sampai seseorang yang punya potensi kalah hanya karena jumlah pengikutnya lebih sedikit,” ungkapnya.

Bagi Bunga, media sosial memang penting sebagai sarana membangun citra diri. Namun, kemampuan, karakter, dan profesionalisme tetap harus menjadi penilaian utama dalam industri modeling.

Karena itu, ia mendorong para talenta muda untuk terus mengasah kemampuan, membangun identitas yang kuat, serta tidak hanya mengejar popularitas di media sosial.

“Kita harus punya karakter yang kuat dan branding diri yang jelas. Dengan begitu kita bisa lebih mudah dilihat oleh klien maupun brand, bukan hanya karena banyak followers, tetapi karena kualitas yang kita miliki,” tutupnya.