JAKARTA|| Radarpost.id
Celine Dion kembali menghidupkan panggung musik dunia. Penyanyi asal Kanada itu menggelar konser penuh di Paris, Prancis, setelah sekitar enam tahun terakhir lebih banyak menjalani pemulihan dan membatasi aktivitas panggung akibat kondisi kesehatannya.
Kembalinya Celine Dion ke panggung disambut meriah sekitar 30.000 penonton yang memadati Plenitude Arena, Paris. Momen tersebut menjadi salah satu penampilan penting dalam perjalanan karier musik Dion setelah menghadapi masa panjang akibat Stiff Person Syndrome (SPS).
Celine Dion membuka konser dengan lagu berbahasa Prancis, “On ne change pas”, yang populer sejak era 1990-an. Lagu tersebut dipilih sebagai pembuka sekaligus menjadi simbol kembalinya Dion bernyanyi secara langsung di hadapan ribuan penggemarnya.
Suasana semakin emosional ketika Dion menyapa penonton. Pelantun “My Heart Will Go On” itu bahkan terlihat meneteskan air mata saat berada di atas panggung.
“Tentu saja, ini adalah air mata kebahagiaan. Saya sangat senang bertemu kalian,” ujar Celine Dion kepada penonton.
Konser tersebut juga dihadiri sejumlah figur publik, termasuk mantan Ibu Negara Amerika Serikat Michelle Obama.
Celine Dion Ungkap Perjalanan Berat Kembali Bernyanyi
Dalam konsernya, Celine Dion tidak hanya membawakan lagu-lagu hits, tetapi juga berbicara mengenai perjalanan panjang yang harus dilaluinya untuk kembali ke panggung musik.
“Jalannya lebih berbatu dari yang diperkirakan,” kata Dion saat berbicara kepada penonton dalam bahasa Prancis dan Inggris.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Dion mengatakan dirinya tetap berpegang pada harapan untuk kembali bernyanyi.
“Malam ini, aku ingin bernyanyi untukmu, bernyanyi untuk diriku sendiri, bernyanyi untuk kehidupan,” ujarnya.
Sebelum comeback ke panggung konser penuh di Paris, penampilan penuh terakhir Dion tercatat pada 8 Maret 2020 di Newark, New Jersey, Amerika Serikat. Saat itu, ia tengah menjalani rangkaian Courage World Tour yang kemudian terhenti.
Perjalanan Dion kembali ke panggung juga tidak lepas dari kondisi kesehatan yang diungkapkannya pada akhir 2022. Ia didiagnosis mengalami Stiff Person Syndrome, sebuah kondisi autoimun yang dapat menyebabkan kekakuan otot dan kejang yang menyakitkan.
Latihan seperti Atlet untuk Kembali ke Panggung
Untuk menjaga kemampuan tampil dan bernyanyi, Celine Dion menjalani persiapan fisik dan vokal secara rutin. Ia bahkan menggambarkan latihan yang dijalaninya seperti seorang atlet.
Latihan tersebut mencakup balet dan pilates beberapa kali dalam sepekan. Dion juga menjalani terapi suara untuk membantu mempertahankan kemampuan vokalnya.
Comeback Celine Dion pun menjadi perhatian penggemar musik dari berbagai negara. Sejumlah penggemar bahkan datang dari tempat yang jauh, termasuk Tahiti di Polinesia Prancis, demi menyaksikan langsung penampilan sang diva.
Antusiasme penggemar juga terlihat melalui berbagai kegiatan yang digelar di Paris. Mulai dari kontes kostum, pesta karaoke, hingga pelayaran di Sungai Seine ikut mewarnai suasana menyambut kehadiran Celine Dion.
Di luar konser, Dion juga menyempatkan diri menemui penggemar yang menunggunya di sekitar hotel tempat ia menginap.
Empat Dekade Celine Dion di Musik Dunia
Kembalinya Celine Dion menjadi sorotan bukan hanya karena kondisi kesehatannya, tetapi juga karena rekam jejaknya sebagai salah satu penyanyi dengan karier panjang di industri musik internasional.
Selama lebih dari empat dekade berkarier, Dion telah menjual sekitar 260 juta album berbahasa Inggris dan Prancis.
Sejumlah lagu Celine Dion juga menjadi bagian penting dari sejarah musik pop dunia, di antaranya “It’s All Coming Back to Me Now”, “Because You Loved Me”, hingga “My Heart Will Go On”, lagu ikonik dari film Titanic.
Penampilan di Paris menjadi penanda penting perjalanan musik Celine Dion. Setelah melewati masa sulit dan harus menjauh dari panggung, sang diva kembali berdiri di hadapan puluhan ribu penonton untuk melakukan hal yang selama ini menjadi bagian besar dari hidupnya: bernyanyi.












