|| JAKARTA || RADAR POST.ID ||
Artis peran Cut Syifa mengungkapkan rasa haru dan semangatnya saat dipercaya bermain dalam film terbaru bertajuk Gaza. Film ini mengangkat kisah kemanusiaan di Gaza, Palestina, yang telah lama dilanda konflik dan penderitaan. Bagi Cut Syifa, keikutsertaannya dalam proyek ini bukan sekadar akting, melainkan bagian dari komitmennya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan memberikan kontribusi positif bagi sesama.
“Aku ingin ini menjadi amalan baik ke depannya. Aku berharap bisa memberikan yang terbaik sebagai pelaku seni peran, dan aku ingin membuktikan kalau aku berpihak kepada perintah Allah untuk saling melengkapi dan menjaga satu sama lain,” ujar Cut Syifa dalam pernyataan kepada media.
Dalam wawancaranya, Cut Syifa juga menegaskan bahwa niatnya bermain di Gaza tidak dilandasi motif materi. Ia bahkan menyebutkan bahwa sebagian dari hasil proyek ini akan didonasikan untuk membantu korban di Gaza. “Aku bukan ngambil dari itunya, aku nggak ngambil apa-apa. Aku hanya ingin ngasih yang terbaik, dan ini yang bisa aku lakukan,” tuturnya.
Lebih jauh, Cut Syifa juga berbagi pengalaman pribadi terkait proses syuting yang penuh tantangan. Salah satunya, ia harus tetap melanjutkan syuting meski mengalami cedera. “Ada adegan yang agak sulit, sempat sakit juga, tapi demi profesionalitas aku tetap lanjut shooting,” katanya.
Dalam film ini, Cut Syifa memerankan karakter Safira, seorang perempuan yang digambarkan kuat, berani, dan tidak mudah menyerah. “Aku pengen perempuan tuh nggak lemah, makanya peran Safira dibuat tetap bisa mengalahkan lawannya. Banyak diskusi yang kami lakukan supaya perannya lebih kuat dan menarik,” ujarnya.
Lebih dari sekadar peran, pengalaman ini memperkuat tekad pribadi Cut Syifa untuk terus memperbaiki diri. Ia bahkan berharap suatu hari bisa langsung mengunjungi Masjid Al-Aqsa di Palestina. “Aku pengen banget ke sana, pengen lihat langsung. Semoga Allah mudahkan,” harapnya.
Dalam proses hijrahnya sebagai seorang muslimah, Cut Syifa merasa perjalanannya di dunia seni kini semakin terarah. “Allah mendatangkan orang-orang yang mendekatkan aku ke jalan yang benar. Aku ingin pilih film yang bukan sekadar pekerjaan, tapi juga bisa jadi ladang amal,” pungkasnya.
Film Gaza diharapkan tak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membuka mata banyak orang tentang situasi kemanusiaan yang terjadi di Palestina, sekaligus menginspirasi aksi-aksi kecil yang bermakna, mulai dari doa hingga gerakan boikot produk tertentu.













