Depok || Radarpost.id
Gebernur Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi bersama Walikota Depok, H. Supian Suri dan jajaran terkait dan kalangan dunia usaha sudah sampai di NTT dan selanjutnya langsung menuju lokasi bencana yang paling di Manggarai timur di NTT.
Kang Dedi membawa Dana bantuan sebesar Rp. 4,5 milyar, akan dialokasikan untuk membantu warga yang terdampak bencana alam di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penggalangan dana ini menjadi bagian dari respons cepat lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, lembaga sosial, hingga pelaku usaha dalam upaya memperkuat solidaritas antarwilayah di Indonesia.
Aksi pengumpulan donasi tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui rapat koordinasi bersama berbagai unsur, mulai dari Pemprov Jabar, Baznas Jawa Barat, Bank BJB, Kwarda Pramuka Jabar, Kadin Jabar, Apindo Jabar, hingga pelaku usaha sektor properti.
Kegiatan ini turut disiarkan secara terbuka melalui kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel pada 19 Agustus 2026, sehingga publik dapat menyaksikan langsung proses penggalangan dana yang dilakukan secara transparan.

Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi menekankan pentingnya solidaritas lintas daerah dalam menghadapi bencana, tanpa dibatasi oleh wilayah administratif.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa membantu masyarakat yang tertimpa musibah merupakan tanggung jawab moral seluruh elemen bangsa.
Menurutnya, nilai kemanusiaan harus selalu berada di atas sekat-sekat wilayah pemerintahan. “Meskipun lokasi bencana berada di luar Provinsi Jawa Barat, kita hidup harus saling membantu. Prinsip orang yang sedang kesusahan, ditengok saja sudah menjadi kebahagiaan, apalagi jika dibawakan bantuan,” ujar Dedi Mulyadi.
Ia juga menyampaikan bahwa kepedulian sosial seperti ini harus menjadi budaya yang terus diperkuat, terutama dalam situasi darurat bencana yang membutuhkan respons cepat.

Dana kemanusiaan yang terkumpul berasal dari berbagai elemen masyarakat dan lembaga di Jawa Barat. Total keseluruhan mencapai Rp4,5 miliar dengan rincian sebagai berikut: ASN Pemprov Jawa Barat: Rp 400 juta Kwarda Gerakan Pramuka Jabar: Rp 100 juta Gubernur Jawa Barat (pribadi): Rp 600 juta Baznas Jawa Barat: Rp 1 miliar (zakat ASN dan BUMD Jabar) Bank BJB (BJB Peduli): Rp 1 miliar Kadin Jawa Barat: Rp 200 juta Apindo Jawa Barat: Rp 500 juta PT Buana Kasiti: Rp 100 juta Sumbangan perorangan/tambahan rapat: Rp 100 juta dan dari Kota Depok Rp 500 juta. “Jadi Rp 4 miliar. Alhamdulillah,” kata Dedi Mulyadi.
Bagaimana mekanisme penyaluran bantuan ke NTT? Penyaluran bantuan tidak dilakukan dalam bentuk barang siap kirim dari Jawa Barat, melainkan melalui skema belanja langsung di lokasi terdampak. Mekanisme ini dirancang agar distribusi bantuan lebih cepat dan tepat sasaran.
Menurut informasi dari laman resmi Bapenda Jabar, Pemprov Jawa Barat akan memborong kebutuhan pokok masyarakat langsung dari pasar-pasar terdekat di wilayah terdampak, seperti kawasan Labuan Bajo dan sekitarnya.

Langkah ini dipilih untuk mempercepat distribusi sekaligus menggerakkan ekonomi lokal di daerah bencana.
“Kita prioritaskan belanja kebutuhan di lokasi terdekat agar penyaluran cepat sampai dan tidak terhambat pengiriman dari luar daerah,” ucap kang Dedi.
“Bantuan difokuskan ke wilayah yang membutuhkan, seperti Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur,” jelas Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi Dorong Akses Pendidikan untuk Semua Usia Selain itu, pendekatan ini juga dinilai lebih fleksibel karena dapat menyesuaikan kebutuhan warga di lapangan secara langsung.
Selain bantuan dana, Pemprov Jawa Barat juga mengirimkan tim relawan gabungan untuk membantu penanganan di lokasi bencana.
Tim tersebut terdiri dari unsur BPBD Provinsi Jawa Barat dan Kwarda Pramuka Jabar. Sebanyak 20 personel BPBD telah diberangkatkan untuk memperkuat proses penanganan darurat dan distribusi logistik di wilayah terdampak.
“Petugas yang dikirim harus memegang dana tunai yang cukup untuk kebutuhan operasional selama di lapangan. Kita ingin memastikan tim bekerja secara maksimal di daerah terdampak tanpa terkendala urusan logistik pribadi,” tegasnya. (**).













