Jakarta // Radarpost.id
Semangat kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 turut menggema di lingkungan pemasyarakatan melalui festival musik bertajuk “Vibrasi Voice Inside Bars Indonesia Prison Band Festival (VIBRASI) 2026” yang digelar Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Jakarta Pusat, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi warga binaan untuk menyalurkan bakat dan kreativitas melalui musik. Selain menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, festival ini juga diarahkan untuk memperkuat citra positif pemasyarakatan sekaligus mendorong keterlibatan jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kanwil Ditjenpas DKI Jakarta.
Festival dibuka secara resmi oleh Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Sumaryo. Ia menegaskan bahwa kegiatan VIBRASI 2026 bukan sekadar hiburan atau perlombaan, tetapi bagian dari proses pembinaan yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk berkarya secara positif.
“Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan yang efektif bagi para warga binaan untuk terus berkarya secara positif,” ujar Sumaryo.
Suasana festival semakin meriah dengan hadirnya sejumlah musisi Tanah Air yang tampil menghibur para peserta dan penonton. Panggung VIBRASI 2026 dimeriahkan Deddy Dhukun, Egon, grup rap Neo, Iwa K, serta musisi reggae Dhyo Haw.
Antusiasme juga terlihat dari para peserta yang berasal dari sejumlah UPT pemasyarakatan di Jakarta. Mereka antara lain merupakan perwakilan Lapas Kelas I Cipinang, Lapas Kelas IIA Salemba, Lapas Narkotika Jakarta, Rutan Kelas I Cipinang, dan Rutan Kelas I Jakarta Pusat.
Penampilan masing-masing peserta dinilai oleh dewan juri yang berkompeten, yakni Deddy Dhukun, Egon, dan perwakilan grup Neo. Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan musikalitas serta performa setiap grup band.
Setelah melalui persaingan yang berlangsung meriah, Rutan Kelas I Cipinang berhasil keluar sebagai Juara 1 VIBRASI 2026. Sementara itu, posisi Juara 2 diraih tuan rumah Rutan Kelas I Jakarta Pusat, sedangkan Juara 3 ditempati perwakilan Lapas Kelas IIA Salemba.
Kepala Kanwil Ditjenpas DKI Jakarta, Wachid Wibowo, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan VIBRASI 2026. Menurutnya, festival tersebut membuktikan bahwa warga binaan memiliki potensi, talenta, kreativitas, serta kemampuan untuk terus berkembang melalui kegiatan positif.
“VIBRASI 2026 tidak hanya sekadar kompetisi musik, tetapi juga menjadi media pembinaan dan ekspresi positif bagi warga binaan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa warga binaan memiliki talenta, kreativitas, disiplin, dan potensi untuk berkembang,” kata Wachid.
Rangkaian festival ditutup dengan penyerahan piala kepada para pemenang oleh Kepala Kanwil Ditjenpas DKI Jakarta, Wachid Wibowo. Penyerahan penghargaan tersebut menjadi simbol apresiasi terhadap kerja keras dan kreativitas para peserta.
Melalui VIBRASI 2026, semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui pembinaan yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk menunjukkan kemampuan dan menghasilkan karya positif.
Dari balik jeruji besi, suara musik dan kreativitas warga binaan pun menjadi pesan bahwa proses pembinaan terus berjalan untuk mempersiapkan mereka kembali ke tengah masyarakat dengan bekal keterampilan, kepercayaan diri, dan semangat perubahan.













