Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Dua Siswa SMK Asal Kota Depok Raih Penghargaan NASA Usai Temukan Celah Sistem Keamanan

Dua siswa dari SMK Taruna Bhakti, Rakha Hayya Ilhamsyah dan Balqis Amanda berhasil temukan celah sistem keamanan milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). (foto.ist)
banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Dua siswa SMK Taruna Bhakti Depok berhasil menemukan celah sistem keamanan milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Kedua siswa tersebut adalah Rakha Hayya Ilhamsyah dan Balqis Amanda.

Mereka merupakan siswa kelas XI Konsentrasi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Keduanya terlibat dalam aktivitas bug hunting dan penetration testing melalui platform resmi yang mempertemukan peneliti keamanan dengan berbagai institusi global.

Kepala Program Jurusan TKJ SMK Taruna Bhakti, Agung Setiawan saat ditemui di sekolah mengatakan kedua siswa itu saat ini sedang menjalani program PKL dari sekolah.

Menurut Agung, sehari-hari kedua siswanya itu aktif mengikuti kegiatan dan kompetisi di bidang keamanan siber. Kedua siswa tersebut dikenal aktif dalam kegiatan sekolah, terutama pada mata pelajaran kejuruan.

“Kalau kesehariannya dua siswa ini emang cukup aktif di dalam kelas, terutama di dalam pelajaran kejuruan,” kata Agung, dalam kutipan kumparan, Senin (18/52026).

Agung pun menjelaskan awal mula kedua siswanya mengikuti program bug bounty yang dibuka oleh NASA. Program ini bertujuan untuk menemukan dan memperbaiki celah sebelum dieksploitasi oleh penjahat siber.

“Awalnya siswa ini mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh NASA itu sendiri. Jadi NASA membuka sebuah program yang bisa diikuti oleh siapa saja mengenai terkait dengan kerentangan sistem yang ada di NASA,” ujarnya.

“Nah dari itu mereka mencoba untuk mengikuti dengan mendaftarkan diri,” imbuhnya.

Kepala Program Jurusan TKJ SMK Taruna Bhakti, Agung Setiawan. (foto.ist).
Dari platform tersebut, keduanya mulai mencari celah kerentanan sistem milik NASA hingga akhirnya berhasil menemukan celah itu untuk diverifikasi dan dilaporkan.

Mereka menemukan tautan eksternal yang sudah tidak aktif tetapi masih tercantum dalam sistem saat melakukan pencarian bertahap terhadap aset digital milik NASA.

“Jadi ada berbagai macam metode yang digunakan. Mereka mungkin lebih hafal dengan metodenya menggunakan apa,” tutur Agung.

Pihak sekolah, kata Agung, hanya memberikan pelatihan dasar mengenai keamanan jaringan. Sementara kemampuan lebih lanjut banyak didapatkan siswa dari luar sekolah.

“Dari pihak sekolah hanya memberikan materi tentang keamanan jaringan. Sebetulnya sistem keamanan jaringan lebih ke sistem dalam internal jaringan sendiri,” jelasnya.

Ia mengungkapkan prestasi yang diraih kedua siswa tersebut lebih banyak diperoleh dari aktivitas di luar sekolah, seperti mengikuti komunitas cybersecurity.

“Belajar sendiri atau belajar mandiri melalui YouTube, melalui channel-channel kursus dan aktif di komunitas,” ucapnya.

NASA memberikan penghargaan kepada kedua siswa tersebut melalui surat elektronik (email) yang dikirimkan kepada Rakha Hayya Ilhamsyah oleh Senior Agency Information Security Officer SAISO NASA, Kelvin Taylor.