Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Ekspor 459 Ton Durian Parigi Moutong Tembus Pasar China, Nilai Capai Rp42,5 Miliar

Ekspor 459 Ton Durian Parigi Moutong Tembus Pasar China, Nilai Capai Rp42,5 Miliar
Ekspor 459 Ton Durian Parigi Moutong Tembus Pasar China, Nilai Capai Rp42,5 Miliar
banner 120x600

Palu, Radarpost.id 

Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi kawasan transmigrasi berbasis komoditas unggulan daerah. Salah satu buktinya, sebanyak 459 ton durian asal Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, berhasil menembus pasar internasional dengan nilai mencapai Rp42,5 miliar.

Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, memimpin langsung pelepasan ekspor durian dari 11 kawasan transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong menuju pasar Tiongkok. Keberhasilan ini dinilai sebagai hasil penguatan ekosistem ekonomi berbasis kawasan, sejalan dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Transmigrasi saat ini bukan sekadar memindahkan penduduk, tetapi membangun ekosistem ekonomi kawasan yang mampu menghasilkan komoditas unggulan berdaya saing global,” ujar Menteri Iftitah saat kunjungan kerja di Sulawesi Tengah, Kamis (16/4).

Dalam kesempatan tersebut, ia juga meninjau langsung proses pengemasan durian sebelum diekspor. Menurutnya, hilirisasi produk menjadi kunci peningkatan nilai tambah, terutama untuk komoditas segar yang memiliki harga lebih tinggi di pasar internasional.

“Permintaan durian di pasar global, khususnya Tiongkok, sangat besar. Nilai durian segar bahkan bisa hampir dua kali lipat dibandingkan produk beku. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan,” jelasnya.

Tak hanya durian, komoditas kelapa juga dinilai memiliki prospek ekspor yang menjanjikan. Bahkan, permintaan kelapa di pasar Tiongkok mencapai sekitar 4 miliar butir atau setara Rp110 triliun per tahun, sementara produksi domestik negara tersebut masih sekitar 1 miliar butir.

“Saya juga telah bertemu Duta Besar Tiongkok. Indonesia memiliki lahan dan tenaga kerja, sementara mereka memiliki pasar yang sangat besar. Ini peluang kolaborasi yang harus dimaksimalkan,” tambahnya.

Sebagian besar wilayah Parigi Moutong merupakan kawasan transmigrasi dan eks-transmigrasi yang kini berkembang menjadi sentra hortikultura. Ke depan, kawasan ini diproyeksikan menjadi bagian dari koridor ekonomi hortikultura Sulawesi Tengah yang mencakup wilayah Poso, Sigi, hingga Parigi Moutong.

Kementerian Transmigrasi juga membuka peluang kerja sama dengan investor dan mitra internasional guna memperkuat rantai pasok, infrastruktur, serta akses pasar bagi komoditas unggulan daerah.

Keberhasilan ekspor ini menjadi bukti nyata bahwa transformasi transmigrasi mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi.