Bekasi || Radarpost.id
Sebuah acara istimewa digelar di Warung Bunda Cito, Bekasi, yang memberikan pengalaman luar biasa bagi kaum dhuafa, khususnya pemulung, fakir miskin, dan pengemis. Dalam kegiatan yang penuh empati ini, mereka diberikan kesempatan untuk merasakan momen istimewa dengan memakai pakaian mewah, dirias dengan cantik, serta berjalan di panggung layaknya model fashion show.

Acara ini diadakan menjelang Ramadan, sebagai bentuk kepedulian sosial untuk memberikan kebahagiaan bagi mereka yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Antusiasme peserta begitu tinggi, dengan banyak yang merasa percaya diri dan bangga bisa tampil berbeda dari biasanya.
“Makasih ya Bunda, aku jadi cantik!” ujar salah satu peserta dengan penuh kebahagiaan.
Dukungan Berbagai Pihak dan Agenda Acara
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk Lurah setempat, Ketua RT, Babinsa Koramil, serta beberapa organisasi sosial seperti KBM dan komunitas pengajian. Bank BRI juga turut menjadi sponsor utama dengan memberikan paket sembako kepada peserta.
Untuk menghindari rasa iri dalam pembagian sembako, panitia mengadakan kuis interaktif. Peserta yang berhasil menjawab pertanyaan mendapatkan hadiah, menciptakan suasana yang lebih adil dan menyenangkan. Selain sembako dari Bank BRI, peserta juga mendapatkan jilbab dan pashmina sebagai hadiah tambahan.
Acara ini juga menjadi momen berbagi kebahagiaan melalui makanan. Warung Bunda Cito menyediakan hidangan lezat bagi para peserta dan tamu undangan. Sebagian peserta datang sejak pukul 08.00 pagi, meskipun acara baru dimulai pukul 13.00, menunjukkan betapa antusiasnya mereka.
Mengangkat Martabat Kaum Dhuafa
Selain fashion show, acara ini bertujuan untuk memberdayakan kaum dhuafa agar tidak hanya mengandalkan profesi sebagai pemulung, tetapi juga memiliki keterampilan lain yang bisa meningkatkan taraf hidup mereka.
“Saya ingin mereka tidak hanya menjadi pemulung selamanya. Jika ada yang punya hobi memasak atau membuat kue, saya ingin mengajarkan mereka keterampilan itu agar bisa memiliki profesi yang lebih baik,” ujar Bunda, penyelenggara acara.
Salah satu momen yang paling menyentuh adalah kehadiran tiga kakak beradik yang merupakan pemulung bisu dan tuli. Mereka mengikuti fashion show dengan penuh semangat, mencuri perhatian banyak orang karena kekompakan dan ketulusan mereka.
Harapan untuk Masa Depan
Bunda berencana menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin setiap bulan, tepatnya setiap hari Selasa, yang juga bertepatan dengan hari kelahirannya. Ia ingin terus berbagi dengan kaum dhuafa, memberikan mereka pengalaman berharga, dan membantu mereka mendapatkan keterampilan baru.
Ke depan, acara serupa juga diharapkan bisa meluas ke Jakarta dan daerah lainnya, dengan harapan semakin banyak kaum dhuafa yang merasakan kebahagiaan dan dukungan sosial.
“Kesenangan ini tidak bisa dinilai dengan uang. Melihat mereka tersenyum dan bahagia adalah kepuasan yang tidak ternilai,” pungkas Bunda dengan penuh haru.
Acara ini menjadi bukti bahwa kebahagiaan bisa datang dari hal-hal sederhana: perhatian, penghargaan, dan kesempatan untuk merasa dihargai. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan mendapat dukungan lebih luas, termasuk dari pemerintah dan berbagai pihak lainnya.













