Depok || Radarpost.id
Suasana ketika itu meriah menyelimuti hari terakhir penyelenggaraan ASEAN Fashion Festival 2025 di Mantra PIK 2, Jakarta. Panggung megah yang dipenuhi cahaya dan sorotan itu menjadi saksi bisu bersinarnya para talenta muda dari berbagai negara di Asia Tenggara dan Asia.
Di tengah deretan busana yang futuristik, penuh warna, dan memikat mata, hadir satu penampilan yang berhasil mencuri perhatian para tamu: Fatimah Azahra siswi SMA 11 asal Kota Depok bersinar saat tampil di even ASEAN Fashion Festival (AFF) 2025 sukses digelar di Mantra Pantai Indah Kapuk, Jakarta.
Gadis yang akrab disapa Fatimah ini tampil penuh percaya diri, karya tangan dingin desainer lokal berbakat, Lina Ve dari Indonesia.
Ia berjalan anggun di atas catwalk. Perpaduan warna, motif, dan gaya yang ditampilkan seolah menyampaikan pesan kuat: budaya lokal bisa tampil membanggakan di panggung internasional,

Fatimah membawa semangat dan kebanggaan untuk nama Indonesia di dunia fashion anak-anak tingkat Asia.
ASEAN Fashion Festival 2025 sendiri merupakan ajang fashion tahunan berskala internasional yang menghadirkan lebih dari 50 desainer ternama, 30 merek lokal dan internasional, serta lebih dari 100 model muda dan 30 penampil dari berbagai negara.
Tahun ini, acara tersebut mengusung tema “Future in Color”, memadukan gaya masa depan dengan nilai-nilai budaya lokal yang autentik dan unik.
“Kami sangat bangga dengan penampilan Fatimah. Mereka tidak hanya tampil memukau, tapi juga membawa cerita dan identitas daerah mereka dengan penuh kebanggaan,” ujar orang tua Fatimah yang selalu mendampinginya, Dian, saat bersama media.
Orang tua Fatimah Azahra, Dian mengatakan penampilan putrinya itu berawal Fatimah mengikuti sekolah model.
“Dengan melalui proses, akhirnya putri kami bisa tampil di even ASEAN Fashion Festival (AFF) 2025 di Jakarta,”katanya.
Dalam penampilannya Fatimah dinilai bersinar dan tidak kalah dengan penampilan dari model luar negeri seperti Thailand, Malaysia dan Philipina.
Festival fashion yang khusus mengangkat talenta anak-anak dan remaja dari berbagai negara ASEAN ini menghadirkan rangkaian acara menarik, mulai dari pertunjukan seni, drama musikal, hingga parade fashion dari ratusan peserta berusia 3 hingga 17 tahun.

Momen spesial lainnya adalah kehadiran para desainer ternama dari berbagai negara seperti Thailand, Jepang, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam yang turut hadir menyaksikan langsung ajang ini.
Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa AFF 2025 telah menjadi platform bergengsi di kawasan ASEAN.
“Kami senang dan bangga putri kami ini bisa tampil dengan model dari negara di Asean,”katanya.
Keikutsertaan Fatimah dalam AFF 2025 bukan sekadar tampil, tetapi juga menjadi bagian dari misinya mengembangkan kemampuan dan potensi yang dimilikinya.
Dalam waktu dekat ini, Fatimah akan tampil di kegiatan 1000 perempuan berkebaya di Depok Open Space saat pelaksanaan Car Free Day di Jalan Margonda pada Minggu yang akan datang (10/8/2025).
“Putri kami akan berkolaborasi dengan 1000 perempuan berkebaya di DOS,”katanya.
Sementara itu Fatimah menambahkan, dengan mengikuti even ini dirinya ingin mendapatkan lebih banyak pengalaman.
“Kenali dan kembangkan talenta kita, bersiaplah menghadapi masa depan yang penuh tantangan.
Founder AFF, Louise Debora Maengkom, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan performa terbaik mereka. ”

AFF ini bisa menjadi wadah berkelanjutan bagi anak-anak dan remaja ASEAN untuk berkarya di dunia fashion. Di hari ketiga ini, anak-anak luar biasa menampilkan yang terbaik dari diri mereka,” ujarnya.
Selain parade fashion, panggung AFF juga diramaikan dengan pertunjukan seni lainnya seperti drama musikal, tarian, serta pertunjukan musik yang melibatkan para peserta festival. Keanekaragaman seni ini semakin menambah warna dalam gelaran hari terakhir tersebut.
Dia menambahkan bahwa keberhasilan festival ini bukanlah titik akhir. Berharap ke depannya AFF dapat semakin menampilkan banyak karya desainer Indonesia, sehingga membuka peluang yang lebih besar agar masyarakat lokal mampu bersaing di tingkat internasional.
“Kami ingin terus mendukung pertumbuhan industri fashion anak dan remaja di Indonesia agar bisa sejajar dengan desainer dari luar negeri, (**).













