Depok || Radarpost.id
Pengurus Cabang Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Depok mendapatkan dorongan moral dan materiil yang signifikan untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.
Pasalnya, FPTI Kota Depok resmi menerima hibah sarana dan prasarana latihan lengkap dari Komunitas panjat tebing Grade Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok, pada Selasa (27/10/2026).
Bantuan latihan tersebut berupa dinding panjat tipe boulder setinggi 3 meter ini diserahkan langsung guna menunjang kesiapan para atlet muda Depok.
Grade terus berupaya memperluas jangkauan olahraga panjat tebing di tengah masyarakat, khususnya di Kota Depok.
Ketua Komunitas Grade Kukusan, Jarot mengatakan, pemilihan jenis boulder setinggi 3 meter ini dinilai sangat tepat bagi pembinaan usia dini. Agar anak muda bisa membangun karakter anak usia dini sekaligus mengatasi persoalan ketergantungan gawai (gadget).
Selain tidak menggunakan alat pengaman tambahan yang berisiko tinggi bagi pemula, latihan boulder sangat efektif untuk membangun daya tahan tubuh, kekuatan (power), serta fondasi motorik anak-anak di tengah tantangan era digital saat ini.
“Anak-anak zaman sekarang kerap menghadapi persoalan kecanduan gawai. Melalui panjat tebing boulder yang dinamis dan tidak terikat postur tubuh kaku, ini sangat baik untuk melatih fisik dan mental anak sejak dini sebelum mereka naik ke tingkat lead atau speed saat usia SMP,” kata Jarot, pada Selasa (27/10/2026).

“Harapan kita olahraga panjat tebing ini bisa memasyarakat, khususnya di Kota Depok dan secara nasional. Olahraga ini di mata masyarakat umum kerap dianggap sebagai olahraga ekstrem, padahal saat ini sudah banyak atlet kita yang berprestasi di tingkat olimpiade,” ujar Jarot.
Ia menilai, fasilitas panjat tebing ini sangat relevan dengan kondisi anak-anak saat ini yang banyak mengalami persoalan kecanduan gawai.
Berbeda dengan anak-anak zaman dulu yang memiliki mobilitas tinggi, panjat tebing menuntut seluruh anggota tubuh bergerak secara alami tanpa terikat postur tertentu, sehingga sangat baik sebagai fondasi fisik anak sebelum merambah cabang olahraga lainnya.

“Untuk umum jadi bisa dipakai,” ucapnya.
Jarot menjelaskan, fasilitas boulder tidak menggunakan alat pengaman tambahan, sehingga aman, mampu melatih daya tahan tubuh (endurance), kekuatan (power), serta tidak berbahaya.
Apabila anak-anak telah menunjukkan minat yang tinggi, mereka nantinya akan diarahkan ke jenjang lanjutan seperti kategori lead atau speed yang difokuskan bagi usia setingkat SMP.

Klub ini didirikan oleh almarhum Jafar Sutrisna, salah satu tokoh manifesto Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) yang turut menandatangani deklarasi pada tahun 1988.
Sementara itu Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, Eko Herwiyanto, hadir menyampaikan apresiasi atas dibangunnya berbagai fasilitas olahraga baru yang kini semakin merata di tingkat kelurahan dan kecamatan bahkan di Kota Depok.
“Saya berharap dengan fasilitas yang telah ada ini, kita bisa memanfaatkan dengan baik. Ini juga menjadi apresiasi bagi Depok, semoga saja ke depannya, bisa menghasilkan atlet-atlet jawa barat terbaik dan bisa melaju ke kancah internasional,” ujar Eko.

“Kami berharap sinergi dan kolaborasi antara pengurus pusat, provinsi, dan kota ini terus terjalin erat demi mengantarkan panjat tebing Indonesia semakin berjaya di kancah global,” tuturnya.
Dengan adanya tambahan fasilitas latihan ini, FPTI Depok optimistis mampu melahirkan atlet-atlet handal yang tidak hanya berprestasi di kancah regional dan nasional, tetapi juga mampu menembus panggung dunia seperti halnya atlet-atlet elit Indonesia lainnya.
Pemerintah Kota Depok menyampaikan apresiasi atas inisiatif Grade Kukusan yang turut menghibahkan fasilitas peralatan demi memperkuat ekosistem cabang olahraga panjat tebing di tingkat lokal, nasional, hingga internasional, serta menargetkan perolehan medali emas dari para atlet di ajang Porprov Jabar tahun ini. (**).











