Jakarta|| Radarpost.id
Fakultas Teknik Universitas Indonesia sukses menggelar Freshman Fair 2026 sebagai ajang kolaborasi yang tidak hanya mempererat kebersamaan mahasiswa, tetapi juga menghadirkan inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan berkembang.
Acara yang digagas sebagai ruang interaksi lintas jurusan ini berlangsung meriah dengan menggabungkan unsur seni, olahraga, dan kreativitas mahasiswa dalam satu panggung kolaboratif.
Freshman Fair 2026 dinilai berhasil mematahkan batas-batas antar departemen sekaligus menunjukkan wajah dinamis mahasiswa teknik.
Project Officer Freshman Fair 2026, Eric Sudrajat, menyampaikan bahwa keberhasilan acara ini tidak hanya diukur dari antusiasme peserta, tetapi juga dari dampak positif yang ditinggalkan.

“Freshman Fair bukan sekadar acara seremonial, tapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk saling terhubung, berkolaborasi, dan menunjukkan potensi terbaik mereka,” ujarnya di Jakarta, Jumat.
Rangkaian kegiatan seperti “Sport Teknik”, “Freshman Cup”, hingga penampilan musik dari berbagai jurusan menjadi bukti bahwa mahasiswa teknik mampu menghadirkan karya yang kreatif dan menghibur.
Penampilan band komunitas teknik, Enigma, turut menyemarakkan suasana dengan membawakan lagu-lagu populer yang mendapat sambutan hangat dari peserta.
Lebih dari itu, Freshman Fair 2026 juga menjadi simbol bahwa lingkungan kampus dapat menjadi ruang produktif yang mendorong lahirnya ide-ide segar dan energi positif. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa mahasiswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga secara sosial dan kreatif.
Eric berharap, keberhasilan acara ini dapat menjadi contoh bagi mahasiswa lain, baik di lingkungan Universitas Indonesia maupun di kampus lain, untuk terus menciptakan ruang-ruang kreatif yang membangun.

“Kami ingin ini jadi inspirasi, bahwa mahasiswa bisa menciptakan sesuatu yang berdampak. Tidak harus besar, tapi punya nilai dan bisa memotivasi orang lain untuk ikut berkarya,” katanya.
Dengan semangat kolaborasi yang terbangun, Freshman Fair 2026 diharapkan mampu meninggalkan jejak positif dan mendorong lahirnya lebih banyak inisiatif kreatif dari kalangan mahasiswa di masa mendatang.
“Kampus adalah tempat untuk tumbuh. Kalau ruang seperti ini terus ada, saya yakin akan semakin banyak karya dan inovasi yang lahir dari mahasiswa Indonesia,” tutup Eric.













