JAKARTA|| Radarpost.id
Rumah produksi GEMA Picture mengawali langkah baru di industri perfilman Indonesia dengan menggelar selamatan kantor baru sekaligus memperkenalkan dua proyek film layar lebar terbarunya, “Tuyul Second” dan “Personal Berondong”.
Acara yang berlangsung pada Jumat (18/9/2026) tersebut menjadi momentum bagi jajaran produksi GEMA Picture untuk memanjatkan doa sebelum memulai rangkaian produksi sekaligus memaparkan konsep dua film yang tengah dipersiapkan.

Dalam acara tersebut hadir Executive Producer Kamisah dan Billy Noval Hasan, Produser Adhi Kartiwa, Sutradara “Tuyul Second” Indrayanto, serta Produser sekaligus Sutradara “Personal Berondong” Harris Cinnamon.
Sejumlah pemain juga hadir dalam agenda tersebut, di antaranya Ozi Saputra, Sinta Bachir, Pamela, Vista Putri, Cupi Cupita, Neta Gabrinev, Dias, Risma Akademisi Indosiar, Jamed, dan Lucky Moniaga.
Kamisah mengatakan selamatan kantor baru sekaligus menjadi bentuk doa bersama sebelum GEMA Picture memulai produksi film.
“Pada hari ini kami GEMA Picture berdoa untuk hajat memulai film produksi ‘Tuyul Second’. Semoga film ini bisa mulai syuting di bulan Oktober dan bisa membuat opini baru di dunia industri film Indonesia, khususnya film bergenre komedi,” ujar Kamisah.
Film pertama yang diperkenalkan adalah “Tuyul Second”, film bergenre horor komedi yang dijadwalkan mulai menjalani proses syuting pada Oktober 2026.
Produser “Tuyul Second”, Adhi Kartiwa, menjelaskan pemilihan genre tersebut tidak hanya mempertimbangkan tren film horor di Indonesia, tetapi juga keinginan untuk menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Kalau saya memilih genre komedi dengan melihat sisi kehidupan perfilman yang hari ini lagi bagus-bagusnya untuk genre horor komedi,” kata Adhi.
Meski membawa judul yang identik dengan makhluk mistis, cerita “Tuyul Second” tidak hanya berkutat pada dunia supranatural. Film ini akan memasukkan persoalan ekonomi dan fenomena sosial yang dihadapi masyarakat.
Menurut Adhi, keberadaan tuyul dalam cerita berkaitan dengan gambaran seseorang yang ingin mendapatkan kekayaan melalui jalan pintas.
“Kalau bicara soal tuyul, tuyul itu sebenarnya hadir berhubungan dengan kondisi ekonomi seseorang, jalan pintas. Kita bisa menertawakan kondisi kita, kondisi ekonomi kita, dan segala macam hal itu bisa kita ungkapkan dengan cara yang sangat ringan dan menghibur,” ujarnya.
Salah satu persoalan yang diangkat adalah fenomena pinjaman online atau pinjol. GEMA Picture ingin memasukkan pesan agar masyarakat tidak mudah mengambil jalan pintas ketika menghadapi tekanan ekonomi.
“Di film ini kita memberikan suatu edukasi, bekerja dengan tenaga dan pikiran kita masing-masing. Jangan selalu mengandalkan pinjol, karena semakin terjerat semakin lama semakin akan membunuh kita juga. Bukan mengatasi masalah, tapi memperbanyak masalah,” tutur Adhi.
Film ini juga akan menghadirkan gambaran mengenai hubungan masyarakat dengan debt collector. Adhi mengatakan cerita akan mencoba melihat persoalan tersebut dari sisi yang lebih manusiawi.
“Orang memandang debt collector itu terlalu arogan dan pemarah. Tapi di film ini kita menyajikan bahwa mereka pun bisa secara baik-baik dan rasional,” katanya.
Tantangan utama dalam produksi “Tuyul Second” adalah menjaga keseimbangan antara unsur horor dan komedi. Film tidak hanya dituntut menghadirkan kelucuan, tetapi juga tetap memiliki atmosfer horor yang mendukung cerita.
GEMA Picture juga berencana melibatkan pemain dari kalangan stand up comedy. Adhi mengatakan terdapat tiga karakter utama yang direncanakan diisi pemain dengan latar belakang komedi.
“Pemeran utama dari kita ada tiga orang, mereka dari stand up comedy. Sebenarnya masih memilih pemain yang sesuai dengan karakter dari konsep cerita dan tentunya berdasarkan penilaian dari sutradara,” jelas Adhi.
Untuk lokasi syuting, GEMA Picture masih mempertimbangkan Sukabumi dan Bandung.
Selain “Tuyul Second”, GEMA Picture juga tengah mengembangkan film layar lebar kedua berjudul “Personal Berondong”.
Film bergenre drama komedi tersebut diproduseri sekaligus disutradarai Harris Cinnamon. Saat ini proyek tersebut masih berada dalam tahap penulisan dan pematangan skenario.
Harris mengatakan “Personal Berondong” akan mengangkat fenomena mengenai validasi diri dan personal branding yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Setiap orang itu rasa-rasa pengen selalu punya validasi. Pengen punya personal branding yang kuat,” ujar Harris.
Ia ingin mengemas fenomena tersebut melalui pendekatan komedi dan satire sehingga cerita tidak hanya mengejar kelucuan, tetapi juga memiliki pesan sosial.
“Kalau kita jujur dengan diri sendiri, tidak perlu pencitraan, otomatis jati diri itu atau personal branding itu akan muncul dengan sendirinya,” katanya.
Persiapan “Personal Berondong” diperkirakan mulai dilakukan pada November 2026. Jakarta menjadi salah satu lokasi yang dipertimbangkan untuk proses produksi.
Executive Producer Billy Noval Hasan menjadi bagian dari tim yang menyiapkan dua proyek tersebut bersama Kamisah dan jajaran produksi GEMA Picture.
Kehadiran jajaran executive producer, produser dan sutradara dalam acara selamatan kantor baru sekaligus menandai dimulainya tahapan baru GEMA Picture dalam mengembangkan produksi film layar lebar.
Kedua film tersebut masih menjalani sejumlah tahapan persiapan, termasuk pematangan skenario, pemilihan pemain, lokasi, serta kebutuhan teknis produksi.
Sejumlah artis yang hadir dalam acara tersebut menjadi bagian dari jajaran pemain yang tengah dipersiapkan GEMA Picture.
Sinta Bachir menjadi salah satu nama yang memberikan warna tersendiri karena memiliki pengalaman dalam film bergenre horor.
“Saya sebenarnya penakut orangnya. Jadi kalau syuting, kru enggak boleh jauh-jauh dari aku,” ujar Sinta sambil bercanda.
Meski mengaku penakut, Sinta menyambut kesempatan tersebut sebagai bagian dari kembalinya dirinya ke layar lebar setelah lebih banyak berkegiatan di sinetron dan serial.
“Semoga syuting berjalan lancar, tidak ada halangan, cepat tayang, penontonnya banyak,” katanya.
Kehadiran para pemain tersebut menjadi bagian dari persiapan GEMA Picture dalam membangun dua proyek film dengan karakter dan genre yang berbeda.
Untuk “Tuyul Second”, proses syuting ditargetkan berlangsung mulai Oktober 2026. Setelah produksi selesai, film akan memasuki tahap editing sebelum dipersiapkan untuk penayangan pada 2027.
GEMA Picture bahkan menargetkan film tersebut dapat meraih setidaknya satu juta penonton.
“Kalau bisa mencapai satu juta penonton bahkan bisa lebih, alhamdulillah. Banyaknya penonton dan bisa diapresiasi, itu penting,” kata Adhi.
Melalui selamatan kantor baru sekaligus pengumuman dua proyek tersebut, GEMA Picture menandai dimulainya perjalanan baru rumah produksi tersebut dengan membawa dua cerita yang berbeda.
“Tuyul Second” menawarkan horor komedi dengan sentuhan persoalan ekonomi dan pinjol, sedangkan “Personal Berondong” mengemas drama komedi mengenai validasi diri dan personal branding.
Keduanya kini memasuki tahap persiapan produksi dengan target penayangan pada 2027.












