Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Gibran Rakabuming Sebut Jusuf Kalla Idola dan Mentor, Soroti Peran Besar di Balik Jokowi Jadi Presiden

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan kekagumannya terhadap Jusuf Kalla (JK) dengan menyebutnya sebagai idola sekaligus mentor.( Dok Antara)
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan kekagumannya terhadap Jusuf Kalla (JK) dengan menyebutnya sebagai idola sekaligus mentor. Pernyataan ini muncul di tengah sorotan publik atas pernyataan JK mengenai perannya dalam perjalanan politik Joko Widodo hingga menjadi Presiden RI ke-7.

Dalam keterangannya usai meninjau fasilitas kesehatan di Sorong, Papua Barat Daya, Gibran menilai JK sebagai sosok senior yang memiliki pengalaman panjang di bidang politik dan penyelesaian konflik nasional.

Menurut Gibran, kontribusi JK terhadap bangsa, terutama dalam meredam konflik di berbagai daerah, menjadikannya figur teladan bagi generasi pemimpin saat ini. Ia juga mengaku banyak mendapatkan masukan dan evaluasi berharga dari mantan Wakil Presiden tersebut.

“Pak JK itu senior, mentor, dan teladan kita semua. Saya sangat berterima kasih atas setiap masukan beliau,” ujar Gibran.

Pernyataan ini sekaligus mempertegas posisi JK sebagai salah satu tokoh berpengaruh dalam perjalanan politik nasional, termasuk dalam mengawal kepemimpinan Presiden Jokowi di periode sebelumnya.

Sebelumnya, JK sempat menjadi sorotan setelah menyebut memiliki peran penting dalam mengantarkan Jokowi menuju kursi presiden. Pernyataan tersebut memicu berbagai respons publik, termasuk klarifikasi dari Jokowi sendiri.

Di sisi lain, dinamika politik kembali menghangat setelah JK melaporkan pihak yang menuding dirinya terlibat dalam polemik ijazah Jokowi. JK menegaskan tidak ingin berspekulasi, namun mengaitkan munculnya isu tersebut dengan langkah hukumnya terhadap tudingan yang diarahkan kepadanya.

Dengan menyebut Jusuf Kalla sebagai idola dan mentor, Gibran menunjukkan sikap hormat kepada seniornya sekaligus memperlihatkan pentingnya kesinambungan pengalaman dalam kepemimpinan nasional. Pernyataan ini juga menjadi penegas bahwa peran tokoh-tokoh senior tetap relevan dalam membentuk arah politik Indonesia ke depan.