JAKARTA|| Radarpost.id
Trio komedian GJLS kembali meramaikan layar lebar lewat film GJLS: Berapi-Api. Mengusung genre komedi aksi keluarga, film produksi Amadeus Sinemagna ini tidak hanya menyuguhkan humor khas Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir, tetapi juga menghadirkan kisah persahabatan, perjuangan meraih mimpi, hingga misi penyelamatan anak-anak.
Film yang disutradarai Monty Tiwa dan diproduseri Indra Yudhistira tersebut diperkenalkan melalui konferensi pers dan gala premiere di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026). GJLS: Berapi-Api dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 5 November 2026.
Cerita berpusat pada tiga sahabat masa kecil, yakni Rigen, Rispo, dan Hifdzi, yang memiliki ambisi menjadi petugas pemadam kebakaran. Namun, perjalanan mereka untuk menjadi sosok heroik tidak berjalan mulus.
Kegagalan saat mengikuti pelatihan bersama regu elite pemadam kebakaran bernama Algojo Api justru membuat mereka harus menjalani berbagai tugas pelayanan yang kerap dipandang sebelah mata.
Alih-alih menyerah, ketiganya berusaha membuktikan kemampuan mereka. Namun, upaya mencari jalan pintas tersebut membawa mereka ke persoalan yang jauh lebih serius.
Bersama Bu Guru Nana yang diperankan Grace Emmanuela, mereka terseret dalam konspirasi berbahaya untuk membongkar sindikat perdagangan anak. Dari situ, kisah komedi yang semula berkutat pada ambisi menjadi pemadam kebakaran berkembang menjadi petualangan yang mempertaruhkan keselamatan orang lain.
Komedi GJLS Berpadu dengan Aksi dan Pesan Kemanusiaan
Salah satu daya tarik GJLS: Berapi-Api adalah upaya memadukan karakter humor ketiga personel GJLS dengan konflik yang lebih emosional. Film ini tidak hanya menempatkan mereka dalam situasi kocak, tetapi juga menguji keberanian, kepedulian, dan arti persahabatan.
Rigen Rakelna menilai perjuangan karakternya memiliki kemiripan dengan perjalanan mereka di industri hiburan. Menurut dia, meraih mimpi membutuhkan konsistensi dan keberanian untuk terus mencoba, meski kerap dipandang sebelah mata.
Sementara itu, Ananta Rispo mengungkapkan bahwa karakter Rispo memiliki sisi lembut, terutama dalam memperlihatkan kepedulian terhadap anak-anak panti asuhan.
Di balik tingkah konyol ketiga sahabat tersebut, film ini juga berusaha menampilkan ikatan persaudaraan yang tetap bertahan ketika mereka menghadapi persoalan berat.
Hifdzi Khoir menambahkan, karakternya memperlihatkan bahwa seseorang yang pernah menjadi korban perundungan tetap bisa tumbuh menjadi pribadi yang peduli dan bersedia menolong sesama.
Mengangkat Dedikasi Petugas Pemadam Kebakaran
Selain mengandalkan komedi, GJLS: Berapi-Api turut menyoroti nilai pelayanan dan dedikasi petugas pemadam kebakaran. Profesi tersebut tidak hanya berkaitan dengan memadamkan api, tetapi juga mencakup berbagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.
Pesan itu diperkuat melalui peluncuran film yang menghadirkan mobil pemadam kebakaran sungguhan dan instalasi Bus Wahana Damkar GJLS di area Epicentrum XXI. Pengunjung dan awak media berkesempatan mencoba sejumlah atribut keselamatan serta perlengkapan pemadaman.
Sutradara Monty Tiwa mengatakan tantangan dalam menggarap film ini adalah mempertahankan karakter humor khas GJLS tanpa sekadar mengulang formula komedi sebelumnya.
Menurut dia, unsur komedi dalam film tersebut dipadukan dengan aksi, empati, dan konflik yang menyentuh kehidupan manusia.
Eksekutif produser sekaligus CEO Amadeus Sinemagna, Indra Yudhistira, juga menyebut film ini hadir dengan skala produksi yang lebih ambisius dan cerita yang diharapkan dapat dinikmati bersama keluarga.
Diperkuat Pemain Lintas Generasi dan Musik Barasuara
Selain trio GJLS, film ini menghadirkan sejumlah pemain, antara lain Carissa Perusset, Aurra Kharisma, Inayma, Sadha Triyudha, Nigel Siwabessy, Ebel Cobra, Grace Emmanuela, Khairul Umam, Rio Dumatubun, Yono Bakrie, dan Rizky Ritonga.
Dua aktor cilik, Raffan Al Aryan dan Mikhaira Embun, turut memperkuat jajaran pemain dalam film tersebut.
Dari sisi musik, GJLS: Berapi-Api menghadirkan lagu tema orisinal berjudul Api dan Mimpi yang digarap grup musik Barasuara.
Perpaduan komedi, aksi, persahabatan, dan pesan kemanusiaan menjadi pendekatan yang ditawarkan film ini kepada penonton. Kisah tiga sahabat yang ingin menjadi pahlawan tersebut sekaligus membawa pesan bahwa keberanian tidak selalu ditentukan oleh jabatan atau pengakuan, melainkan oleh kesediaan untuk membantu orang lain.
Film GJLS: Berapi-Api akan tayang di bioskop Indonesia mulai 5 November 2026.












