Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Habiburokhman Apresiasi Langkah Tegas Kapolri Berantas Narkoba

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman.(Istimewa)

Jakarta // Radarpost.id

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang dinilai bergerak cepat dalam memberantas jaringan narkoba di Indonesia. Keterlibatan langsung Kapolri dalam memimpin upaya pemberantasan narkotika dinilai menjadi langkah strategis untuk melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Habiburokhman menyampaikan apresiasi atas langkah tegas Polri yang dinilainya menunjukkan keseriusan negara dalam menghadapi jaringan narkotika. Menurut dia, kepemimpinan langsung Kapolri menjadi dorongan bagi seluruh jajaran kepolisian untuk meningkatkan upaya penindakan terhadap sindikat narkoba.

“Saya mengacungi jempol dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolri Jenderal Suyudi yang langsung tancap gas memimpin sendiri perang melawan jaringan narkoba di Tanah Air,” kata Habiburokhman dalam keterangannya.

Ia menegaskan, pemberantasan narkoba tidak semata-mata berorientasi pada penangkapan pelaku dan penegakan hukum. Lebih dari itu, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menyelamatkan masyarakat dari dampak buruk narkotika yang dapat mengancam kesehatan, kehidupan sosial, serta masa depan generasi penerus bangsa.

Menurut Habiburokhman, upaya penindakan yang dilakukan Polri mencakup berbagai lini, mulai dari pengungkapan laboratorium gelap narkoba di Pidie, Aceh, pemberantasan pabrik tramadol ilegal yang beroperasi lintas provinsi, hingga penggerebekan lokasi yang diduga menjadi pusat peredaran narkoba di sejumlah kampung.

“Gebrakan Kapolri ini terbukti nyata dan tidak pandang bulu. Kita melihat ketegasan Polri dalam membongkar pabrik narkoba di Pidie, Aceh, membabat habis pabrik-pabrik produksi tramadol ilegal yang beroperasi lintas provinsi, hingga keberanian menyisir dan menggerebek langsung sarang-sarang peredaran di berbagai kampung narkoba,” ujarnya.

Habiburokhman menilai, keterlibatan langsung Kapolri dalam memimpin pemberantasan narkoba mengirimkan pesan kuat bahwa negara tidak boleh kalah menghadapi sindikat narkotika. Ia juga berharap langkah tersebut menjadi pemacu bagi kepolisian di daerah untuk meningkatkan kecepatan, koordinasi, dan konsistensi dalam mengungkap jaringan peredaran narkoba.

Komisi III DPR RI, lanjut dia, mendukung komitmen Polri untuk memberantas jaringan narkotika tanpa kompromi. Ia meminta agar upaya penegakan hukum terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, tetapi juga menelusuri jaringan yang lebih luas hingga para bandar besar.

“Kami meminta Polri terus mempertahankan ritme ‘gas pol’ ini, menyikat habis seluruh jaringan hingga ke akar-akarnya dan para bandar besarnya, demi masa depan anak bangsa yang bersih dari narkoba,” tuturnya.

Dukungan tersebut diharapkan memperkuat upaya pemberantasan narkoba secara menyeluruh, sekaligus mendorong perlindungan masyarakat dari ancaman peredaran gelap narkotika. Penindakan terhadap jaringan pemasok, produsen ilegal, dan bandar besar menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai peredaran narkoba di Indonesia.