Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Hari Tanpa Tembakau Sedunia: Generasi Muda Kota Depok Bersatu Melawan Rokok di Area Car Free Day

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Langit cerah di area Car Free Day, tepatnya lapangan Balaikota Depok, Minggu, 1 Juni 2025 menjadi saksi sebuah pergerakan yang tak hanya simbolis, namun sarat makna. Dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (World No Tobacco Day) yang jatuh setiap 31 Mei.

Generasi muda Kota Kota menggelar Save Our Surroundings Festival, parade senam bersama dengan yel-yel anti-rokok, poster dan berbagai kegiatan dalam perayaan Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Car Free Day, Minggu, 1 Juni 2025.

Kegiatan terselenggara berkat kolaborasi Koalisi Indonesia SOS bersama Dinas Kesehatan Kota Depok dan Kementerian Kesehatan dari Direktur Promkes terlah berhasil menyelenggarakan perayaan Hari Tanpa Tembakau Sedunia dengan meriah di area Car Free Day.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Walikota Depok Chandra Hermansyah, Aspemkesra Manguluang Mansur, Kadinkes Kota Depok, Kadisporyata Depok, Kasat Pol PP di Wakili Kabid Penertiban dan Penegakan Perda M. Agus, dan ratusan mahasiswa, pelajar dan anak muda dari berbagai wilayah di Kota Depok, yang turut aktif dalam kampanye anti-rokok yang penuh semangat.

Peserta hari tanpa tembakau gelar senam bersama

Para peserta dengan semangat tinggi melakukan aksi kampanye dengan tujuan membawa dampak positif bagi generasi masa depan yang lebih sehat.

Ketua Panitia Koalisi Indonesia SOS, Manik Marganamahendra mengatakan, Save Our Surroundings Festival, merupakan kolaborasinya dengan Dinas Kesehatan Kota Depok, Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata juga Kementerian Kesehatan dari Direktur Promkes, akan menjadi tempat refleksi kolektif bahwa udara bersih adalah hak semua orang. Bahwa ruang publik harus menjadi tempat nyaman, bukan ladang asap rokok.

“Kami menggelar kegiatan senam bersama, dengan peserta dari unsur anak anak, anak muda pelajar dan mahasiswa, ini bukan sekadar festival sebagai suara perlawanan terhadap budaya merokok yang masih dianggap wajar di ruang publik. Sebuah gerakan dari bawah yang layak mendapat dukungan dari atas. Dan lebih dari itu panggilan bagi kita semua untuk hidup lebih sehat, lebih sadar, dan lebih peduli,” kata Manik.

Menurut Manik, tak sekadar ajang seremonial. Festival ini akan menghadirkan berbagai kegiatan interaktif dan edukatif, mulai dari senam bertema kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pameran media edukatif yang merupakan karya mahasiswa.

Semua elemen tersebut dirancang agar dapat menggugah kesadaran masyarakat dari berbagai latar belakang usia, terutama generasi muda yang kerap menjadi sasaran industri rokok.
“Kami ingin mengajak semua pihak, terutama anak muda, untuk sadar bahwa rokok bukan hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga lingkungan sekitar. Apalagi di ruang terbuka seperti yang menjadi tempat rekreasi keluarga,” jelasnya.

Lebih dari sekadar acara sehari, manik berharap bisa menjadi tonggak lahirnya duta-duta muda anti rokok dari kalangan pelajar SMP dan SMA. Para pelajar ini bukan hanya diundang untuk datang, melainkan dilibatkan sebagai bagian dari solusi.

Mereka akan menjadi agen perubahan yang bisa membawa semangat bebas asap rokok ke lingkungan sekolah, rumah, dan pertemanan mereka.
“Kami ingin para pelajar ini tidak hanya menjadi peserta pasif, tapi bisa menjadi penyambung suara dan agen perubahan di lingkungannya masing-masing,” imbuhnya. “Jangan sampai mereka tergoda untuk coba-coba merokok, justru harus jadi pelopor untuk tidak merokok,” tuturnya.
“Hari ini acara dari pagi ada senam bersama, zumba, cek kesehatan gratis, pantomim, kesaksian dari korban perokok, pameran buat anak anak tanpa rokok, game, dan edukasi kesehatan,” katanya.

Di tempat yang sama Wakil Walikota Depok Chandra Hermansyah bersama Kadinkes memberikan dukungan penuh Save Our Surroundings Festival, yang diadakan oleh anak muda yang tergabung dalam Koalisi Indonesia SOS terus kampanye anti asap rokok.

Dalam pernyataannya, Wakil Walikota Depok menekankan bahwa merokok adalah aktivitas yang merugikan bagi kesehatan individu, masyarakat, dan lingkungan, sehingga diperlukan upaya serius dalam pengendalian rokok.

“Kami memohon dukungan dan support dari Pemerintah Kota Depok agar kegiatan ini berjalan lancar dan dapat memberikan dampak yang luas, tidak hanya bagi mahasiswa, tapi juga masyarakat umum dan pelajar SMP serta SMA di Kota ini,” ungkap Chandra, usai memberikan sambutannya, Minggu (1/6/2025) di lapangan Balaikota Depok.

Chandra juga mengingatkan bahwa merokok dapat mempengaruhi stunting, yang dapat terjadi melalui asap rokok dari orang tua perokok yang memberi efek langsung pada tumbuh kembang anak.

Selain itu, konsumsi rokok juga dapat mengurangi alokasi untuk memenuhi nutrisi, kesehatan, dan pendidikan. Oleh karena itu, peran generasi muda sangat penting dalam membangun kesadaran akan bahaya rokok dan mendorong gaya hidup sehat.

“Pengendalian jumlah perokok akan berkontribusi pada penekanan angka stunting dan mewujudkan zero new stunting 2025 serta mewujudkan generasi emas di tahun 2045,” tutupnya. (**).