Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Ifan Seventeen Rilis Video Klip ‘Jangan Paksa Rindu’ Bergaya Film Pendek, Tembus 50 Juta Stream

Tak sekadar merilis lagu, Ifan menghadirkan video klip dengan konsep sinematik yang dikemas layaknya film pendek atau short movie.
banner 120x600

Jakarta||Radarpost.id

Ifan Seventeen kembali mencuri perhatian lewat karya terbarunya berjudul “Jangan Paksa Rindu (Beda)”. Tak sekadar merilis lagu, Ifan menghadirkan video klip dengan konsep sinematik yang dikemas layaknya film pendek atau short movie.

Lagu yang dirilis pada Januari 2026 ini telah mencatatkan lebih dari 50 juta streaming di berbagai platform digital. Popularitasnya juga meluas di media sosial, dengan potongan lirik emosional yang kerap digunakan sebagai latar konten video pendek.

Pada 10 April 2026, Ifan resmi merilis versi visual dari lagu tersebut dalam format film pendek. Proyek ini digarap bersama produser Avesina Soebli dan disutradarai Jastis Arimba dengan pendekatan storytelling yang kuat.

Dalam video klip tersebut, penonton diajak mengikuti kisah seorang pria yang terjebak dalam kenangan cinta. Sosok yang dirindukan terasa dekat, namun sulit untuk digapai. Alur cerita yang dibangun juga dilengkapi plot twist emosional yang memperkuat makna lagu.

Ifan mengatakan, konsep ini lahir dari perubahan cara masyarakat menikmati musik saat ini.

“Pendengar sekarang tidak hanya ingin menikmati lagu, tapi juga memahami dan merasakan ceritanya,” ujar Ifan.

Menurutnya, musik kini berkembang menjadi medium yang tidak hanya mengandalkan audio, tetapi juga visual untuk menyampaikan emosi secara utuh.

Sebagai bagian dari rangkaian perilisan, karya ini juga diputar dalam gala premiere di CGV FX Sudirman, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/4). Pemutaran ini sekaligus menegaskan bahwa video klip dapat berkembang menjadi karya sinematik setara film pendek.

Saat ini, short movie “Jangan Paksa Rindu (Beda)” juga sudah bisa disaksikan melalui kanal YouTube resmi RPM (Royal Prima Musikindo), sehingga menjangkau audiens yang lebih luas.

Lewat karya ini, Ifan menunjukkan bahwa musisi masa kini tak hanya berperan sebagai penyanyi, tetapi juga storyteller yang mampu menggabungkan musik dan visual dalam satu pengalaman emosional yang lebih mendalam.