Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Jurnalis Diusir Saat Meliput Demo Karyawan DAMRI, Sorotan Terhadap Penghormatan Profesi Pers

ilustrasi
banner 120x600

Jakarta || Radarpost.id

Insiden pengusiran terhadap seorang jurnalis terjadi saat meliput aksi demonstrasi karyawan Perum DAMRI di Kantor Pusat DAMRI, Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Senin (9/3/2026). Peristiwa tersebut kembali menyoroti fenomena kurangnya penghormatan terhadap profesi jurnalis dalam menjalankan tugas peliputan di lapangan.

Jurnalis media online ASKARA, Shendy Marwan, mengaku diminta menghentikan pengambilan gambar dan meninggalkan area kantor pusat DAMRI saat sedang mendokumentasikan jalannya aksi demonstrasi.

Shendy menjelaskan, dirinya awalnya melihat sebagian massa aksi telah berada di halaman kantor DAMRI. Sebagai jurnalis, ia kemudian mengikuti perkembangan situasi untuk melakukan dokumentasi sebagai bagian dari tugas jurnalistik.

“Saat saya melihat sebagian pendemo sudah berada di halaman, otomatis saya mengikuti dan mendokumentasikan situasi yang ada. Padahal saya sudah memperkenalkan diri dengan menunjukkan ID card,” ujar Shendy.

Menurutnya, pada awal kegiatan peliputan tidak ada larangan dari pihak keamanan maupun pihak internal perusahaan. Ia bahkan telah berkomunikasi dengan petugas keamanan setempat sembari menunjukkan tanda pengenal sebagai jurnalis.

Namun situasi berubah ketika seorang perempuan yang diduga bernama Indri dari bagian umum DAMRI pusat datang dan melarang aktivitas peliputan tersebut. Ia juga disebut meminta petugas keamanan untuk mengeluarkan jurnalis dari area tersebut.

“Awalnya tidak ada pelarangan. Namun setelah seorang perempuan yang diduga bernama Indri dari bagian umum muncul, ia langsung melarang dan menyuruh satpam untuk meminta saya keluar. Satpam itu kemudian melakukan sedikit dorongan kepada saya,” ungkapnya.

Aksi demonstrasi tersebut sendiri digelar oleh karyawan DAMRI sebagai bentuk protes terhadap manajemen perusahaan terkait sejumlah persoalan hak pekerja yang dinilai belum diselesaikan.

Sekretaris DPP Serikat Karyawan DAMRI, Ernawati, menyampaikan bahwa pihaknya telah berulang kali menyampaikan aspirasi kepada manajemen, namun hingga kini belum memperoleh tanggapan yang jelas.

“Kami sudah berkali-kali mengirimkan surat kepada manajemen, tetapi yang kami terima baru sebatas janji. Kami berharap bisa bertemu langsung dengan direksi agar ada keputusan yang jelas,” ujarnya.

Sementara itu, koordinator aksi Yongki mengungkapkan sedikitnya ratusan karyawan aktif belum menerima gaji, sementara sekitar 400 karyawan purna bakti juga disebut belum mendapatkan haknya secara tuntas.

Ia menegaskan aksi akan terus dilakukan hingga hak-hak normatif para pekerja dipenuhi oleh manajemen perusahaan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak direksi Perum DAMRI belum memberikan keterangan resmi terkait insiden pengusiran jurnalis ASKARA maupun tuntutan para karyawan yang melakukan aksi demonstrasi tersebut.