Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Kolaborasi Kementerian PPA dan Kementerian Kebudayaan Meriahkan Peringatan Hari Kartini 2025

banner 120x600

||JAKARTA || RADARPOST.ID ||

Dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2025, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA) yang dipimpin oleh Menteri Arifatul Choiri Fauzi berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan yang dipimpin oleh Menteri Fadli Zon. Acara ini diselenggarakan dengan penuh khidmat dan semangat dihadiri oleh para tokoh nasional, menteri kabinet, anggota parlemen, serta para tokoh perempuan dari berbagai kalangan.

Mentri kebudayan (fadlizon)-(Arifatul Choiri Fauzi)

Dengan mengusung tema “Suara Perempuan dalam Budaya”, acara ini menjadi panggung refleksi atas warisan pemikiran Raden Ajeng Kartini. Dalam sambutannya, Menteri Arifatul Choiri Fauzi menekankan bahwa perjuangan Kartini tidak hanya relevan secara historis, tetapi juga menjadi pendorong perubahan dalam konteks kekinian.

“Surat-surat Kartini adalah suara perempuan yang ingin membebaskan, bukan memberontak. Perjuangan beliau mengajarkan bahwa budaya seharusnya menjadi alat pemersatu dan ekspresi, bukan pembatas peran perempuan,” ujar Menteri Arifatul dengan penuh semangat.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan pentingnya memahami konteks sejarah dan nilai luhur perjuangan Kartini. Ia juga mengapresiasi kehadiran tokoh-tokoh penting, termasuk Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, serta tokoh pendidikan Prof. Wardiman Djojonegoro yang telah menerbitkan buku tiga jilid berisi 179 surat asli Kartini yang sarat akan gagasan kesetaraan gender dan kemerdekaan berpikir.

Hari 21 April Ibu Kartini

“RA Kartini hanya hidup sampai usia 25 tahun, namun mampu menulis lebih dari 400 surat yang isinya sangat visioner. Semangat beliau tentang pendidikan dan emansipasi perempuan menjadi inspirasi yang tak lekang oleh waktu,” tutur Fadli Zon.

Acara ini turut dihadiri oleh para menteri dan wakil menteri kabinet Merah Putih, wakil pimpinan Komisi VIII dan X DPR RI, pengurus Kaukus Perempuan Politik Indonesia, Kongres Perempuan Parlemen RI, tokoh budaya, hingga jurnalis perempuan nasional. Kehadiran mereka menjadi simbol kuat dari kolaborasi lintas sektor untuk memperjuangkan kesetaraan dan pemberdayaan perempuan.

Tak hanya pidato dan refleksi sejarah, acara juga dimeriahkan oleh penampilan budaya dari Swargaloka serta penampilan istimewa dari penyanyi Tri Utami yang membawakan lagu “Ibu Kita Kartini” karya WR Supratman, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Sebagai penutup, Menteri Arifatul menyampaikan harapannya agar semangat Kartini terus hidup dalam diri perempuan Indonesia masa kini.

“Perempuan berdaya, anak terlindungi—itulah jalan menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.