Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

KONI Kota Depok Matangkan Persiapan: Siap Jadi Tuan Rumah Porprov Jabar Tahun 2026

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok, menggelar Rapat pleno, terus memperkuat persiapan sebagai tuan rumah bersama dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV Tahun 2026.

Pertemuan rapat pleno yang digelar berlangsung di Balaikota lantai 5, Jalan Margonda Raya Kota Depok, Sabtu (18/10/2025). Untuk mendengar dan mengevaluasi dan nantinya akan melaporkan dalam Rapat koordinasi diakhir tahun.

Kota Depok bertekad menembus 10 besar di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Sebelumnya di Porprov Jabar 2022, Depok berada di posisi 14 dari 27 peserta.

Sekretaris Umum KONI Kota Depok Jamal Mutaqin, S.T., S.H. menyampaikan rakor dalam sidang pleno ini berbagai aspek persiapan yang tengah berjalan. Selain itu, dibahas pula rencana infrastruktur, logistik, serta potensi cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Kota Depok.

Jamal menjelaskan bahwa rapat awal ini fokus pada setiap pengurus memperkuat manajemen organisasi, melengkapi administrasi, serta memperhatikan kebutuhan atlet dan pelatih.

“KONI hadir dalam rapat koordinasi, mendengarkan dan mendukung kebutuhan setiap bidang,” kata Jamal.

Rapat ini diikuti oleh seluruh bidang di bawah naungan KONI Kota Depok. Bidang organisasi dan hukum turut memberikan panduan mengenai regulasi dan penyusunan program kerja yang lebih terarah.

Jamal berharap hasil rapat ini dapat memperkuat kolaborasi lintas bidang sekaligus menumbuhkan semangat juang baru bagi para pengurus dan atlet

“Karena ini masih rapat koordinasi, maka pembahasan lebih kepada penyempurnaan penyusunan kebutuhan anggaran. Kami juga sampaikan terkait venue agar masing-masing bidang bisa segera mempersiapkan programnya,” jelasnya.

Jamal mengakui adanya tantangan dalam pelaksanaan Porprov karena venue tersebar di berbagai lokasi. Namun, pihaknya telah menjalin koordinasi dengan Daerah dan pengurus cabang olahraga terkait.

“Memang ada tantangan tersendiri karena venue yang terpisah-pisah, tapi kami sudah dan akan terus berkoordinasi,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Depok akan menyambut event olahraga terbesar tingkat provinsi ini dengan penuh tanggung jawab.

“Ini kehormatan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kita harus sambut dengan persiapan terbaik dan tentunya melibatkan partisipasi masyarakat untuk menyukseskannya,” tutur Jamal.

Dengan menjadi tuan rumah bersama Porprov Jabar 2026, Kota Depok juga memiliki peluang besar dalam mempromosikan potensi daerah, mulai dari olahraga, pariwisata, hingga UMKM lokal.

Untuk mencapai target, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok sudah membuat strategi khusus.

Jamal mengungkapkan ‎dalam Porprov Jabar 2022, Depok hanya mengikuti 40 dari total 76 cabor. Paling tidak medali yang harus dicapai bisa sampai 25 medali emas.

“Artinya hampir 50 persen cabor belum kita ikuti. Itu tentu berpengaruh terhadap jumlah perolehan medali,” paparnya.

Untuk menambah medali, pada Porprov 2026, KONI Depok akan mengikuti lebih banyak cabor.

‎‎“Kami sudah memetakan cabang olahraga yang berpotensi menyumbang medali. Sebagian masih sama dengan andalan di tahun 2022, tapi ada tambahan cabor yang akselerasi pembinaan dan prestasinya luar biasa,” kata Jamal.

Jamal menyebut ‎salah satu cabor yang baru-baru ini mencuri perhatian adalah PSOI (Persatuan Selancar Ombak Indonesia). Atlet dari cabor ini baru-baru ini menjuarai kejuaraan dunia yang digelar di Bali.

Selain itu, cabor hoki juga menunjukkan perkembangan signifikan.

‎“Dalam seleksi nasional kemarin, dua atlet hoki kita bahkan terpilih memperkuat tim nasional,” ujarnya.

Agar proses pelatihan lebih fokus, KONI Depok memperhatikan kesejahteraan atlet. Salah satunya lewat program insentif bulanan untuk atlet berprestasi dan potensial.

‎“Sejak 2010 kami menjalankan program insentif untuk atlet peraih medali di Porprov, juga untuk mereka yang berpotensi menyumbang medali di 2026. Mereka tergabung dalam Program Akselerasi Atlet Terpadu (PAAT),” pungkasnya. (**).