Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Lahir di RS, Akta Kelahiran Langsung Diproses: RS Bhayangkara Brimob Jadi Pelopor di Depok

Lahir di RS, Akta Kelahiran Langsung Diproses: RS Bhayangkara Brimob Jadi Pelopor di Depok
Lahir di RS, Akta Kelahiran Langsung Diproses: RS Bhayangkara Brimob Jadi Pelopor di Depok
Depok || Radarpost.id
Tak perlu menunggu lama mengurus dokumen kependudukan bayi. RS Bhayangkara Brimob menjadi rumah sakit pertama di Kota Depok yang menerapkan integrasi penerbitan Akta Kelahiran Digital melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), SATUSEHAT Kementerian Kesehatan, dan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Kementerian Dalam Negeri.

Implementasi layanan tersebut diperkenalkan dalam Studi Piloting Akta Kelahiran Digital di RS Bhayangkara Brimob, Kota Depok, Rabu (16/9/2026).

Melalui integrasi tersebut, data kelahiran bayi dari rumah sakit dapat diproses secara terhubung dengan sistem administrasi kependudukan. Layanan ini ditujukan untuk mempercepat penerbitan dokumen kependudukan bagi bayi baru lahir.

Kepala Bidang Kesehatan dan Jasmani (Kabid Kesjas) Korbrimob, Kombes Pol dr. Bambang Wiji Asmoro, M.Han., mengatakan inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya RS Bhayangkara Brimob memberikan pelayanan yang lebih cepat dan efektif kepada masyarakat.

“Melalui integrasi SIMRS, SATUSEHAT, dan SIAK, RS Bhayangkara Brimob telah mengembangkan layanan yang memungkinkan data kelahiran bayi diproses secara terintegrasi. Dengan inovasi ini, kurang dari 24 jam setelah kelahiran, akta kelahiran, Kartu Keluarga, dan Kartu Identitas Anak dapat diterbitkan,” ujarnya.

Menurutnya, penerapan layanan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara jajaran RS Bhayangkara Brimob dengan tim teknologi informasi (IT) yang mengembangkan sistem integrasi.

Dalam kegiatan tersebut, Kasubbag Binfung RS Bhayangkara Brimob, Iptu Sujarwo Tribuwono, turut memaparkan alur integrasi penerbitan akta kelahiran.

“Alurnya dimulai dari pencatatan data kelahiran bayi dalam SIMRS. Selanjutnya, data diteruskan dan diproses melalui sistem kependudukan hingga dokumen administrasi kependudukan dapat diterbitkan,” jelasnya.

Peserta juga diperlihatkan demonstrasi penerbitan Akta Kelahiran secara real time. Dalam simulasi tersebut, data kelahiran yang dicatat melalui pelayanan rumah sakit terhubung dengan sistem administrasi kependudukan hingga menghasilkan dokumen bagi bayi baru lahir.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Disdukcapil Kota Depok, Dinas Kesehatan Kota Depok, RS Bhayangkara Brimob, RSUD KiSA, RSUD ASA, RS Mitra Keluarga, RS Hermina, dan RS Primaya Depok.

Diskusi juga digelar untuk membahas pengalaman pelaksanaan piloting, kesiapan teknis, serta peluang penerapan sistem serupa di rumah sakit lainnya.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kota Depok Mary Liziawati memberikan apresiasi kepada RS Bhayangkara Brimob yang menjadi rumah sakit pertama di Kota Depok dalam pelaksanaan piloting integrasi Akta Kelahiran Digital melalui SIMRS, SATUSEHAT, dan SIAK.

Ia berharap inovasi tersebut dapat segera diikuti rumah sakit lainnya agar pelayanan administrasi kependudukan bagi bayi baru lahir semakin cepat dan terintegrasi.

“Kami mengucapkan selamat kepada RS Bhayangkara Brimob atas keberhasilan pelaksanaan piloting ini. Semoga lima rumah sakit lainnya dapat segera menyusul, sehingga pelayanan administrasi kependudukan bagi bayi yang baru lahir dapat semakin cepat dan terintegrasi,” ungkapnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Disdukcapil Kota Depok menyerahkan sertifikat kepada RS Bhayangkara Brimob sebagai rumah sakit piloting Akta Kelahiran Digital melalui integrasi SIMRS-SATUSEHAT-SIAK.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penyerahan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pelayanan penerbitan akta kelahiran melalui aplikasi “Lawas Bucin”.