||JAKARTA || RADARPOST.ID ||– Isu perselingkuhan antara Lisa Mariana dan Ridwan Kamil yang beredar luas di media sosial dalam beberapa hari terakhir menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Sahabat Lisa, Sunan Kalijaga dan Agus Nahak, akhirnya angkat bicara untuk meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang.
Dalam pernyataannya, Sunan Kalijaga menyampaikan keprihatinannya terhadap polemik ini. Ia menegaskan bahwa kegaduhan yang terjadi seharusnya tidak perlu berlarut-larut dan bisa diselesaikan secara kekeluargaan. “Kami semua sangat prihatin dengan adanya kegaduhan di media sosial beberapa hari terakhir ini. Saya berinisiatif untuk menghubungi pihak-pihak terkait, baik Lisa maupun pihak Ridwan Kamil, untuk mencari solusi terbaik,” ujar Sunan.
Sunan juga menyoroti adanya upaya pihak tertentu yang berusaha memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi. Ia mengungkapkan bahwa seseorang mengaku sebagai utusan dari Ridwan Kamil dan menawarkan sejumlah uang kepada Lisa untuk melakukan klarifikasi ke media dan menyatakan bahwa ia hanya berhalusinasi. “Ada pihak yang mengatasnamakan Bapak RK menawarkan uang miliaran rupiah agar Lisa mengklarifikasi bahwa pernyataannya sebelumnya hanya halusinasi. Namun, setelah saya konfirmasi, pihak Ridwan Kamil membantah adanya orang suruhan tersebut,” lanjutnya.
Sementara itu, Lisa Mariana dikabarkan siap untuk melakukan tes DNA guna membuktikan kebenaran terkait isu yang berkembang. “Lisa berkali-kali menyatakan kepada saya bahwa ia siap menjalani tes DNA di tempat yang netral dan tidak dapat diintervensi oleh pihak mana pun. Ini menunjukkan bahwa ia serius dengan pernyataannya,” jelas Sunan.
Agus Nahak juga menegaskan bahwa penyelesaian masalah ini seharusnya dilakukan melalui jalur komunikasi yang baik, bukan dengan konfrontasi hukum. “Kami berharap kedua belah pihak dapat duduk bersama dan mencari solusi terbaik. Tidak perlu sampai melibatkan jalur hukum yang hanya akan memperpanjang polemik ini,” kata Agus.
Selain itu, mereka juga mengimbau masyarakat dan netizen untuk tidak menyebarkan spekulasi tanpa bukti. “Kami meminta agar masyarakat tidak mudah percaya dengan isu yang belum tentu benar dan tidak menyebarkan wajah anak yang masih di bawah umur di media sosial, karena hal itu melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak,” tambah Sunan.
Sunan dan Agus berharap agar permasalahan ini bisa segera diselesaikan dengan baik. Mereka bahkan menyarankan agar kedua belah pihak bertemu dalam suasana yang lebih santai, seperti buka puasa bersama, guna mencari titik terang dari masalah yang ada. “Kita semua ingin masalah ini selesai dengan baik. Jangan sampai ada pihak yang semakin dirugikan akibat kegaduhan ini,” pungkasnya.
Berita telah dibuat. Jika ada yang perlu ditambahkan atau diperbaiki, silakan beri tahu saya!













