Depok || Radarpost.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memperkenalkan logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok, tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga merepresentasikan semangat kolaborasi, budaya, dan arah pembangunan Kota ke depan.
Ketua Panitia HUT ke-27 Kota Depok, Endra, mengatakan bahwa proses penyusunan logo dilakukan secara bersama-sama dengan berbagai pihak.
“Logo ini pembentukannya melibatkan kepanitian HUT ke-27 Kota Depok dengan pelbagai dinas yang terlibat, intinya sama-sama,” ujarnya kepada berita.depok.go.id, Rabu (01/04/26).
Menurut Endra, semangat kebersamaan tersebut juga tercermin dalam keseluruhan desain dan filosofi logo yang diusung tahun ini.
Angka 27 Jadi Simbol Transformasi
Endra menjelaskan bahwa angka 27 dalam logo bukan sekadar penanda usia, tetapi juga momentum bagi Kota Depok.
“Angka 27 merepresentasikan usia Kota Depok sekaligus penanda momentum transformasi, bukan hanya bertambah usia tetapi meningkat kualitas pembangunan,” jelasnya.
Makna Angka 2 dan 7: Fleksibilitas dan Budaya
Lebih lanjut, Endra menguraikan makna pada masing-masing angka dalam logo.
“Angka 2 memiliki model yang fleksibel, menandakan Kota Depok terus beradaptasi terhadap perkembangan zaman, namun tetap memegang teguh budaya, yang tercermin dari ornamen Gong Si Bolong yang melekat pada angka 2,” katanya.
Sementara itu, angka 7 mengandung unsur budaya lokal yang kuat sekaligus mencerminkan ketegasan arah pembangunan.
“Begitu juga pada angka 7, terdapat ornamen gigi balang dan Topeng Cisalak. Bentuk angka 7 juga menandakan pemerintah kota tetap tegas dan berkomitmen dalam memajukan Kota Depok,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa di usia ke-27, Depok tetap berpegang pada akar budaya.
“Dengan kedewasaan ini, Pemkot Depok tidak melupakan akar budayanya, tetap kita pegang nilai lingkungan dan kebudayaan,” tambahnya.
Warna Biru dan Hijau: Identitas Kota Modern dan Berkelanjutan
Dalam logo tersebut, warna biru dan hijau dipilih sebagai representasi nilai utama Kota Depok.
Warna biru melambangkan kepercayaan, stabilitas, ketenangan, dan profesionalitas pemerintahan, sekaligus menggambarkan Depok sebagai kota yang berorientasi pada pelayanan publik.
Sementara warna hijau mencerminkan komitmen terhadap lingkungan hidup, pertumbuhan, serta arah pembangunan kota yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Lingkaran dan Siluet Depok: Simbol Kesatuan
Elemen lingkaran dalam logo menggambarkan kesatuan, kebersamaan, dan kesinambungan tanpa sekat antar elemen masyarakat.
Di dalamnya terdapat siluet peta Kota Depok yang merepresentasikan wilayah administratif yang terdiri dari 11 kecamatan dan 63 kelurahan sebagai satu ekosistem yang terintegrasi.
Ornamen Budaya Perkuat Identitas Lokal
Logo HUT ke-27 juga menampilkan ornamen khas seperti Batik Gong Si Bolong dan ilustrasi Tari Topeng Cisalak yang merupakan bagian dari warisan budaya tak benda.
Selain itu, terdapat motif gigi balang pada angka 7 yang melambangkan keteguhan, kekuatan, serta nilai moral dan kearifan lokal masyarakat.
Makna ini mencerminkan bahwa pembangunan Kota Depok tetap berpijak pada budaya dan identitas lokal.
“Bersama Depok Maju” Jadi Semangat Kolektif
Tagline “Bersama Depok Maju” menjadi penegas pesan utama dalam peringatan HUT ke-27 tahun ini.
Tagline tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, serta partisipasi aktif seluruh elemen kota dalam pembangunan.
Maknanya, kemajuan Depok hanya dapat dicapai melalui kebersamaan, gotong royong, serta sinergi dalam mewujudkan kota yang modern, kompetitif, dan berkelanjutan.
Dengan mengusung filosofi yang kuat, logo HUT ke-27 Kota Depok diharapkan tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga representasi komitmen bersama dalam membangun kota yang inklusif, inovatif, dan berorientasi masa depan. (**).













